Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Jakarta
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara detik-detik proklamasi Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026.
Ribuan tamu undangan dan masyarakat yang menggunakan pakaian adat dan tradisional memadati area Istana sejak dini hari. Antusiasme terlihat sejak pukul 03.00 WIB, bahkan beberapa tamu datang sejak pukul 01.00 WIB dari berbagai daerah seperti Kebumen dan Makassar, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Menjelang upacara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan persiapan telah mencapai 99 persen dan siap memberikan yang terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Ya Insyaallah 99 persen ya, yang 1 persen kita semua serahkan kepada Yang di Atas. Tapi Insyaallah, bismillah," ujar Prasetyo Hadi di Istana Merdeka.
Prasetyo menambahkan bahwa semua unsur yang tampil sesuai rencana pada upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap kerukunan bangsa tetap terjaga di momentum ini agar perbedaan dapat berjalan dengan aman dan damai, mengarah pada tercapainya cita-cita bangsa.
"Mudah-mudahan kita bisa menjaga kerukunan negara ini, kita bisa memperkuat bingkai-bingkai kerukunan kita sehingga tidak ada gejolak yang bisa mengganggu," kata Ma'ruf Amin di Istana Merdeka.
Ia juga memuji tema upacara "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" yang dianggap sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan program transformasi pemerintah.
"Temanya itu memang tepat sekali, Indonesia berdaulat adil dan makmur, itu saya kira tema yang kita butuhkan ke arah sana," ujar Ma'ruf Amin.
Selain upacara pengibaran bendera, rangkaian acara pesta rakyat diadakan di Monumen Nasional dengan atraksi drone show, video mapping, kembang api, dan makanan gratis bagi masyarakat.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan tiket masuk Istana mencapai rekor dengan lebih dari 336.000 pendaftar untuk sekitar 8.900 tiket, jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 142.000 pendaftar untuk 8.000 tiket.
Namun, pemerintah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan karena undangan tidak bisa dipindahtangankan. Ada pula laporan dugaan jual beli tiket di media sosial.
Sejarawan mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat tidak selalu mencerminkan kepuasan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari tradisi dan penghormatan atas perjuangan kemerdekaan.