Honda Brio Bekas 2015 Dibanderol Mulai Rp100 Jutaan

Share

Honda Brio keluaran 2015 menjadi salah satu opsi city car bekas yang dipasarkan di kisaran Rp100 jutaan, seperti dilansir dari Moladin.

Mobil dengan dimensi compact ini dirancang praktis untuk mendukung mobilitas harian di kawasan perkotaan yang padat.

Sebelumnya, pabrikan membekali Brio generasi pertama yang meluncur pada 2012 dengan mesin 1.3L SOHC i-VTEC berkode L13A berdaya 100 PS dan torsi 128 Nm.

Produsen kemudian meluncurkan Brio 1.2 bermesin L12B 1.200 cc SOHC i-VTEC berkapasitas daya 89 PS serta torsi 110 Nm pada 2013, yang menjadi cikal bakal lini Satya.

Kinerja mesin 1.2L dinilai memadai untuk kebutuhan harian, didukung ketersediaan suku cadang yang terjangkau serta kemudahan bermanuver saat parkir.

Berdasarkan pantauan di pasar kendaraan bekas, unit Brio rakitan 2015 dijual berkisar antara Rp100 juta hingga Rp110 juta bergantung varian.

Tabel Perkiraan Harga Honda Brio Bekas Tahun 2015
Varian Spesifikasi Mesin Kisaran Harga
1.2 E A/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp105 juta
1.2 E M/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp105 juta
1.2 E Satya A/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp110 juta
1.2 S A/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp110 juta
1.2 S M/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp100 juta
1.2 S Satya M/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp105 juta
Satya A M/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp100 juta
Satya E M/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp105 juta
Satya S A/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp105 juta
Satya S M/T 2015 1.200 cc, 89 dk Rp105 juta

Nominal di atas bukan merupakan standar pasti karena dipengaruhi jarak tempuh, kondisi fisik, kelengkapan surat, riwayat perawatan, hingga pajak kendaraan.

Panduan Sebelum Membeli Unit Bekas

Calon pembeli disarankan mengutamakan pemeriksaan kondisi aktual kendaraan ketimbang sekadar tergiur patokan harga murah di pasaran.

Pemanfaatan layanan inspeksi profesional seperti MoInspeksi dapat membongkar kendala tersembunyi pada komponen mesin, interior, maupun area kaki-kaki.

Keberadaan catatan servis berkala menjadi indikator penting yang membuktikan bahwa unit mobil mendapatkan perawatan konsisten dari pemilik sebelumnya.

Pengecekan area mesin disarankan dilakukan saat kondisi dingin, sementara sistem transmisi otomatis dipastikan berpindah secara halus tanpa hentakan.

Pemeriksaan legalitas dilakukan dengan mencocokkan nomor rangka serta nomor mesin pada dokumen STNK dan BPKB asli.

Sesi uji jalan atau test drive perlu dilakukan untuk merasakan respons kemudi, pengereman, kinerja pendingin kabin, serta kenyamanan secara umum.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author