Ciptadana Sekuritas Prediksi BI Rate Naik Imbas Pelemahan Rupiah

Share

Riset dari Ciptadana Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada Rabu (20/5/2026).

Langkah pengetatan moneter dari posisi sebelumnya sebesar 4,75 persen ini diprediksi sebagai langkah taktis untuk meredam gejolak pasar keuangan global. Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi dilaporkan melemah 37 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp17.743 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.706 per dolar AS.

Berdasarkan analisis Ciptadana Sekuritas yang dilansir dari Suara.com, fluktuasi mata uang Garuda menjadi faktor utama pendorong kebijakan ini karena telah terdepresiasi sebesar 5,79 persen secara year-to-date ke level Rp17.656 per dolar AS. Tekanan bertambah menyusul penyusutan cadangan devisa Indonesia per April 2026 menjadi US$146,2 miliar, turun dari US$148,2 miliar pada Maret.

Meskipun stabilitas kurs menjadi prioritas, penyesuaian suku bunga diprediksi tidak akan agresif karena laju inflasi tahunan Indonesia justru melandai ke angka 2,42 persen pada April 2026. Angka tersebut turun signifikan dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,48 persen, sekaligus berada pada titik terendah sejak Agustus 2025.

Kebijakan pengerekan BI Rate ini diperkirakan bakal memicu kenaikan suku bunga kredit komersial seperti KPR, kendaraan, dan modal usaha, yang berpotensi menekan daya beli masyarakat. Di sisi lain, sektor perbankan akan menawarkan imbal hasil deposito yang lebih menarik bagi nasabah.

Bagi sektor bisnis, peningkatan biaya modal diproyeksikan membuat pelaku usaha menunda ekspansi akibat mahalnya pinjaman bank. Kendati demikian, kenaikan suku bunga ini diharapkan mampu menjaring arus modal asing masuk ke instrumen Surat Berharga Negara untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author