Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat pada 16 Agustus 2026

Share

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mencatat puluhan kali gempa guguran serta luncuran lava pijar sejauh 1.900 meter.

Berdasarkan data pengamatan periode pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat 23 kali gempa guguran, 16 kali gempa hybrid, dan tiga kali gempa tektonik jauh. Guguran lava teramati mengarah ke hulu Kali Sat/Putih serta Kali Krasak.

Peningkatan tersebut melanjutkan tren aktivitas yang telah terjadi sepanjang pekan sebelumnya. Dalam rentang waktu 7 hingga 13 Agustus 2026, kawasan puncak tercatat mengalami 1.205 kali gempa bumi dan empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum dua kilometer.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa memberikan penjelasan mengenai tingkat kegempaan yang tercatat di wilayah tersebut.

"Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya," kata Agus Budi Santosa, Kepala BPPTKG Yogyakarta.

Pasokan magma dari dalam bumi dilaporkan masih terus berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu timbulnya awan panas guguran secara tiba-tiba di dalam zona bahaya.

Area potensi bahaya mencakup sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer. Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer, sementara lontaran material eksplosif dapat mencapai radius tiga kilometer.

Aparat kepolisian dari Polsubsektor Kaliurang Polresta Sleman juga melakukan pemantauan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang untuk memastikan situasi di sekitar kawasan pemukiman tetap aman. BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi hingga saat ini masih bertahan pada Level III atau Siaga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author