Ariel Adhidevara Raih Beasiswa S2 Harvard Setelah Mulai dari IPS
Seorang mahasiswa asal Indonesia bernama Ariel Adhidevara berhasil diterima melanjutkan studi S2 di Harvard University meskipun sempat memiliki rekam jejak akademik yang tidak menonjol semasa sekolah. Kisah perjuangan akademik tersebut dilansir dari Detikcom pada Kamis (21/5/2026).
"Nilai aku tuh sebenarnya nggak bagus-bagus banget," ujar Ariel.
Minat yang besar pada bidang arsitektur membuat Ariel tetap konsisten membangun jalannya secara mandiri. Ia aktif mengambil banyak kelas saat kuliah dan terus mengembangkan portofolio desain hingga akhirnya berhasil menembus kampus bergengsi tersebut.
Ariel mengaku bukan tipe siswa yang fokus pada urusan akademik sejak duduk di bangku SMP karena lebih banyak mencoba kegiatan lain seperti membuat toko sulap dan berjualan pulsa. Saat masuk ke SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, nilainya mengalami penurunan hingga membuatnya terpaksa masuk jurusan IPS padahal ia bercita-cita menjadi arsitek.
"Jadi, akhirnya nilaiku jeblok banget, aku nggak bisa masuk IPA, padahal aku pengennya jadi arsitek. Jadi, akhirnya aku masuk IPS," kata Ariel.
Fokus belajarnya belum sepenuhnya terbentuk pada masa sekolah tersebut. Ariel merasa waktunya lebih banyak digunakan untuk mengeksplorasi hal-hal yang ia sukai ketimbang mengejar pencapaian nilai akademis di sekolah.
Titik balik kehidupan Ariel dimulai saat keluarganya mendapatkan program Diversity Immigrant Visa Program atau green card lottery dari Pemerintah Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data U.S. Department of State, program tahunan ini memilih pemenang secara acak lewat komputer untuk menyediakan visa bagi negara dengan tingkat imigrasi rendah ke AS.
"Sampai akhirnya singkat cerita, kita dapat green card lottery dari pemerintah Amerika, jadi itu kayak izin tinggal di Amerika secara gratis," kenang Ariel.
Pencapaian yang diraihnya diakui oleh Ariel bukan semata-mata karena kemampuan akademis yang ia miliki saat itu, melainkan ada faktor keberuntungan yang besar. Setelah pindah ke AS pada tahun 2014, ia kemudian memulai pendidikan tinggi dari tingkat community college di Diablo Valley College.
"Nah, aku spend waktu di community college cukup lama. Empat tahun. Yang normalnya dua tahun, ya. Itu harga yang harus aku bayarkan karena dulu aku nakal banget itu. Jadi aku harus stay lebih lama dibandingkan orang-orang lain dengan struggling aku sendiri saat itu," ujar Ariel.
Institusi tersebut dimanfaatkan oleh Ariel sebagai sarana untuk belajar kembali dari awal demi mengejar ketertinggalan. Selepas menyelesaikan masa studi di community college, ia mendapatkan kesempatan transfer ke beberapa universitas pada tahun 2018.
California Polytechnic State University (Cal Poly) menjadi kampus pilihan Ariel untuk melanjutkan program sarjana bidang arsitektur. Pendekatan pembelajaran yang lebih praktis serta dekat dengan dunia kerja menjadi alasan utama pemilihan kampus tersebut.
Ariel secara serius membangun portofolio arsitektur melalui berbagai proyek desain sepanjang masa kuliah hingga pascakelulusan. Kerja keras tersebut membuatnya berhasil lulus dengan predikat Magna Cum Laude dari Cal Poly pada tahun 2021.
Seluruh bekal pengalaman sekolah hingga kerja tersebut mengantarkan Ariel diterima pada program Master in Design Studies di Harvard Graduate School of Design. Ariel menempuh studi lanjut di Harvard University dengan dukungan beasiswa Dean's Merit Scholarship.