Penutupan Selat Hormuz Pangkas Pasokan Minyak Global 10 Juta Barel

Share

Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat dan Iran memicu krisis energi global. Pasokan minyak dunia menyusut hingga 10,1 juta barel per hari pada pertengahan Agustus 2026. Gangguan terbesar sepanjang sejarah pasar energi tersebut mendorong kenaikan harga bensin di Amerika Serikat hingga 4,08 dolar AS per galon. Data International Energy Agency mencatat penurunan pasokan ini jauh melampaui rekor Revolusi Iran 1978 yang memangkas 5,6 juta barel per hari.

Pemerintah Iran menyatakan tetap mengendalikan Selat Hormuz dan menutup jalur pelayaran strategis tersebut dari armada kapal tanker internasional.

"Selat ini hanya akan dibuka dan ditutup atas perintah Iran, dan selama Anda tidak menerima kenyataan bahwa Anda telah kalah serta berhenti memanjakan diri dengan khayalan, Iran akan terus memberlakukan blokade," kata Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran. Gharibabadi menegaskan bahwa kehadiran militer maupun tekanan politik Amerika Serikat tidak akan mengubah kebijakan blokade yang diterapkan Teheran.

"Selat Hormuz tidak dapat dikuasai hanya dengan sebuah unggahan di X, menugaskan kapal induk, ataupun menyampaikan pidato kampanye," ujar Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Respon Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta masyarakatnya bersiap menghadapi lonjakan harga bahan bakar selama konflik berlangsung. Dalam kampanye di New York, Trump menilai kenaikan harga BBM sepadan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. "Apa yang kami lakukan adalah jasa besar bagi dunia, bukan hanya untuk diri kami sendiri, dan kami benar-benar melakukan pekerjaan yang sangat baik," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah AS juga berencana meningkatkan tekanan ekonomi melalui langkah isolasi finansial baru terhadap Teheran.

"Kita tunggu pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah seperti yang belum pernah terlihat dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat.

Dampak Pasar Energi

Analis Kpler mencatat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir lumpuh total dengan hanya dua kapal melintas dari kondisi normal 130 kapal per hari.

Kondisi ini mendorong harga minyak jenis Brent naik ke 87,16 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate mencapai 81,29 dolar AS per barel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author