Pasar Mobil Bekas Toyota Avanza Agustus 2026 Dibanderol Mulai Rp70 Juta

Share

Pasar mobil bekas Toyota Avanza per pertengahan Agustus 2026 menawarkan ragam unit dengan patokan harga mulai dari Rp70 jutaan hingga Rp180 jutaan, tergantung pada tahun produksi, kondisi kendaraan, serta kelengkapan dokumen pendukung.

Ketersediaan stok yang melimpah dan dukungan suku cadang di bengkel umum menjadikan MPV 7-seater ini tetap mendominasi bursa kendaraan seken di Indonesia, seperti dilaporkan Jambi Independent dan Moladin.

Unit Toyota Avanza generasi awal tahun produksi 2005 hingga 2010 dipasarkan pada rentang harga Rp70 juta sampai Rp92 juta. Sementara itu, untuk model perakitan tahun 2011 hingga 2015 kini berada di kisaran Rp115 juta sampai Rp132 juta.

Pada masa peralihan tahun 2015, Toyota mulai memperkenalkan varian Grand New Avanza yang membawa penyegaran signifikan dibanding keluaran 2014. Radar Cirebon mencatat bahwa calon pembeli perlu mencermati fisik kendaraan karena tidak semua unit rakitan 2015 berstatus Grand New.

Model Avanza 2014 masih mengusung desain generasi kedua dengan mesin VVT-i konvensional dan interior bernuansa gelap. Sebaliknya, Grand New Avanza 2015 sudah dibekali teknologi Dual VVT-i pada pilihan mesin 1.3 liter dan 1.5 liter, kabin two-tone, peredaman ekstra, serta fitur keselamatan rem ABS dan sabuk pengaman tiga titik di seluruh baris.

Untuk pilihan tahun yang lebih muda, harga Toyota Avanza tipe G bekas keluaran tahun 2020 saat ini berada pada kisaran Rp140 juta hingga Rp180 juta. Besaran nominal disesuaikan dengan tipe transmisi serta wilayah penjualan.

Daftar Kisaran Harga Avanza Bekas Tipe G Tahun 2020
Varian Tahun Kisaran Harga
Avanza 1.3 G M/T 2020 Rp140–150 jutaan
Avanza 1.3 G A/T 2020 Rp150–160 jutaan
Avanza 1.5 G A/T 2020 Rp160–180 jutaan

Secara teknis, Avanza 1.5 G tahun 2020 mengandalkan mesin 2NR-VE 1.496 cc bertenaga 104 PS dan torsi 136 Nm. Adapun varian 1.3 G dibekali mesin 1NR-VE 1.329 cc dengan daya 96,5 PS dan torsi 121 Nm yang seluruhnya menyalurkan tenaga ke roda belakang (RWD).

Para ahli otomotif mengingatkan calon pembeli agar tidak tergiur dengan angka odometer yang rendah. Pemeriksaan menyeluruh pada bagian mesin, potensi kebocoran oli, sistem pengereman, transmisi, kaki-kaki, hingga keabsahan dokumen STNK dan BPKB menjadi langkah wajib sebelum transaksi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author