Evakuasi Berhasil Pendaki Malaysia Jatuh di Rinjani Dirawat di Bali

Share

Proses penyelamatan udara terhadap seorang pendaki berkewarganegaraan Malaysia yang mengalami kecelakaan di Gunung Rinjani telah rampung dilaksanakan. Korban yang sempat terjatuh tersebut kini dipastikan sudah berada di Denpasar, Bali, untuk mendapatkan penanganan medis.

Seperti diberitakan oleh Detik Travel, pihak berwenang langsung melarikan korban menuju fasilitas kesehatan sesaat setelah proses evakuasi menggunakan helikopter selesai dilakukan. Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso membenarkan bahwa korban saat ini sudah ditangani oleh pihak rumah sakit.

"Korban yang terjatuh saat turun di jalur pendakian dari arah puncak menuju ke Pelawangan dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali untuk mendapatkan perawatan medis intensif," kata Edy dikutip dari Antara, Rabu (27/5/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kecelakaan tersebut menimpa sang turis asing pada Senin (25/5). Akibat insiden yang dialaminya, pendaki itu dilaporkan berada dalam kondisi tidak berdaya dan tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya.

Sebelum bantuan udara tiba, tindakan awal dilakukan oleh kru pemandu wisata beserta porter yang berada di lokasi kejadian. Mereka bergotong royong memindahkan tubuh korban secara manual menuju ke area Pelawangan 2 Sembalun.

Laporan kedaruratan tersebut segera direspons oleh tim penyelamat gabungan dari Kantor SAR Mataram serta Pos SAR Kayangan. Guna mempercepat momentum penanganan medis di lapangan, sebuah helikopter komersial sewaan dari Denpasar langsung diterbangkan.

Kendati demikian, operasi penyelamatan via udara ini sempat menemui hambatan akibat faktor alam yang ekstrem pada Senin sore. Kabut tebal yang mendadak turun menyelimuti area pegunungan memaksa helikopter untuk balik kanan demi menjaga keselamatan penerbangan.

Selama penundaan tersebut, tim medis dan penyelamat terlebih dahulu menstabilkan kondisi fisik korban di dalam tenda darurat. Langkah evakuasi baru dilanjutkan kembali setelah kondisi cuaca di kawasan Gunung Rinjani berangsur membaik.

Pada Selasa pagi, helikopter penyelamat kembali mengudara dari Lapangan Sembalun menuju koordinat penjemputan tepat pada pukul 08.05 WITA. Proses pemindahan berjalan cepat, dan pesawat langsung bertolak menuju Pulau Dewata pada pukul 08.17 WITA.

Pihak Kantor SAR Mataram mengonfirmasi bahwa armada helikopter tersebut telah mendarat dengan aman di helipad Benoa, Bali, pada pukul 09.05 WITA. Korban langsung dipindahkan ke dalam mobil ambulans yang sudah bersiaga.

Sinergi terpadu yang melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pemerintah daerah, serta potensi SAR setempat berhasil membawa korban ke Rumah Sakit Inmedika Sanur. Fasilitas medis yang terletak di wilayah Denpasar Selatan ini menjadi lokasi perawatan intensif sang pendaki.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author