Hertha BSC Bantai Heidenheim 4-1 pada Laga Kandang 2. Bundesliga
Hertha BSC menundukkan klub terdegradasi Bundesliga 1. FC Heidenheim dengan skor 4-1 pada laga kandang 2. Bundesliga di Stadion Olimpiade Berlin, Sabtu (15/8/2026). Hasil ini menandai awal musim terbaik klub ibu kota tersebut sejak musim 2018/2019.
Tuan rumah tampil dominan sejak awal laga dengan mencetak tiga gol pada babak pertama melalui Sebastian Gronning pada menit ke-2, Marten Winkler menit ke-26, dan Deyovaisio Zeefuik menit ke-35. Heidenheim memperkecil ketertinggalan lewat gol Jan Schoppner pada menit ke-49, sebelum pemain baru Hertha Oluwaseun Adewumi mengunci kemenangan pada menit ke-90.
Hasil tersebut memastikan Hertha meraup dua kemenangan beruntun dari dua laga perdana liga setelah sebelumnya mengalahkan VfL Bochum. Keberhasilan meraih enam poin ini dicapai di tengah kepergian 13 pemain inti pada bursa transfer musim panas, termasuk bintang Fabian Reese, Tjark Ernst, Kennet Eichhorn, dan Michael Cuisance.
Pelatih Hertha BSC Stefan Leitl mengungkapkan kepuasannya atas kedisiplinan taktik yang ditunjukkan para pemainnya di lapangan.
"Hari ini kami memiliki momentum di sisi kami. Kami tidak menyimpang dari rencana kami dan mencoba tetap intens serta mengontrol lawan dengan lebih baik," kata Leitl, dilansir dari Tagesspiegel.
Ia menambahkan bahwa perubahan skema bertahan menjadi kunci utama dalam meredam perlawanan tim tamu sepanjang pertandingan.
"Anda harus bertahan secara tinggi, para pemain melakukannya dengan luar biasa. Dengan begitu lawan tidak mendapatkan peluang," ujar Leitl.
Leitl juga mengapresiasi kemampuan timnya dalam menjaga konsentrasi walau sempat menghadapi situasi sulit.
"Saya senang untuk para pemain – terutama karena kami tidak keluar dari rencana kami dan mampu melewati momen-momen sulit sebagai sebuah tim," kata Leitl, dilansir dari Berliner Zeitung.
Meski meraih kemenangan, Leitl dihadapkan pada ancaman krisis kedalaman skuad menyusul kartu merah Zeefuik pada menit ke-88 serta rumor kepindahan Marten Winkler ke klub Belgia RSC Anderlecht.
"Sekarang kami terpaksa melakukan perubahan yang sebenarnya tidak ingin Anda ubah," kata Leitl.
Di sisi lain, bek Hertha Niklas Kolbe menilai keberhasilan tim musim ini lahir dari kerja sama kolektif dan semangat kebersamaan yang lebih kuat dibanding musim sebelumnya.
"Itu karena setiap orang kembali menjalankan tugasnya 100 persen. Jika semua orang mematuhi rencana, maka hasilnya sering kali terlihat bagus," kata Kolbe.
Ia menegaskan perbedaan mendasar yang dirasakan dalam skuad Hertha saat ini berada pada aspek soliditas tim.
"Iya, tapi tidak begitu sebagai sebuah komunitas," kata Kolbe saat ditanya mengenai komitmen taktik musim lalu.
Kolbe percaya bahwa kekompakan tersebut telah meningkatkan kapasitas performa seluruh anggota tim di lapangan.
"Jika Anda melihat semua orang benar-benar berjuang, bekerja keras untuk yang lain, dan saling mendukung, maka hasil seperti inilah yang keluar," kata Kolbe.
Ia menambahkan bahwa atmosfer positif ini mendorong para pemain untuk tampil melampaui batas kemampuan standar mereka.
"Kemudian Anda dapat menggeser batas kemampuan ke atas, tidak hanya memberikan 100 persen di setiap pertandingan, tetapi 120 persen," kata Kolbe.
Mengenai kekonsistenan permainan, Kolbe optimistis menghadapi laga-laga berikutnya di DFB-Pokal dan kompetisi domestik.
"Jika kami terus berlanjut seperti ini, kami akan menikmati setiap akhir pekan dan tidak ada yang perlu disesali," kata Kolbe.
Optimisme senada disampaikan gelandang Hertha Paul Seguin yang tetap membidik target tinggi untuk sisa musim ini.
"Jika kami terus bermain seperti ini, kami akan sulit dikalahkan," kata Seguin.
Sementara itu, penyerang Sebastian Gronning mengungkapkan rasa percaya dirinya usai mencetak gol kedua dari dua laga berturut-turut.
"Sangat berarti bagi saya untuk mencetak gol lagi setelah gol kemenangan di Bochum. Saya tidak pernah ragu pada diri sendiri. Saya selalu memiliki kepercayaan pada diri sendiri bahwa saya bisa mencetak gol," kata Gronning.
Di kubu lawan, Pelatih 1. FC Heidenheim Frank Schmidt mengecam keras penampilan anak asuhnya yang telah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan pembuka liga.
"Jika Anda bermain seperti yang kami lakukan hari ini, Anda tidak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Kami harus berhati-hati agar mereka tidak menembak kami keluar dari stadion. Jika kami berlanjut dari sana, itu bisa terjadi," kata Schmidt, dilansir dari Rheinpfalz.
Schmidt mengekspresikan kekecewaannya secara terbuka terhadap performa buruk tim pada paruh pertama laga.
"Kata-kata sulit ditemukan. Anda harus benar-benar malu untuk babak pertama ini. Tertinggal 3-0 pada matchday kedua, dan itu layak. Tembakan pertama ke gawang pada menit ke-40, Anda tidak bisa tampil seperti itu di liga mana pun," kata Schmidt saat diwawancarai Sky.
Ia mengaku tidak menyangka para pemain senior di timnya tampil jauh di bawah standar yang diharapkan.
"Ini menjadi teka-teki bagi saya bagaimana para pemain berpengalaman bisa berada begitu jauh di luar kendali hari ini di babak pertama," kata Schmidt.
Dalam konferensi pers pascamatch, Schmidt menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kekalahan telak tersebut.
"Tim selalu menjadi cerminan dari pelatih, jadi saya sendiri yang harus mengambil tanggung jawab. Saya juga tidak siap," kata Schmidt.
Terkait keputusan menarik keluar Kapten Patrick Mainka pada awal babak kedua, Schmidt menegaskan hal itu dilakukan guna menghindari hukuman akumulasi kartu.
"Peluangnya 50:50 bahwa Mainka masih ada di lapangan saat peluit akhir berbunyi," kata Schmidt merujuk pada kartu kuning yang telah diterima sang kapten.
Hertha BSC selanjutnya dijadwalkan menghadapi 1. FC Saarbruecken pada putaran pertama DFB-Pokal sebelum melanjutkan laga 2. Bundesliga melawan Eintracht Braunschweig.
Sementara 1. FC Heidenheim akan melakoni laga uji coba melawan FC Bayern Munchen sebelum menjamu Dynamo Dresden.