Warga Ceko Temukan 2.150 Koin Perak Abad Pertengahan di Kutnohorsk

Share

Seorang wanita yang sedang berjalan santai memicu penemuan penting berupa wadah berisi lebih dari 2.150 koin perak abad pertengahan berusia 900 tahun di kawasan Kutnohorsk, Republik Ceko, pada tahun 2024.

Ribuan koin jenis denarii tersebut ditemukan dalam kondisi menyatu menjadi gumpalan padat di dalam pot keramik yang sudah hancur. Tim ahli dari institut lokal dan Czech Museum of Silver di Kutna Hora langsung mengambil alih penanganan harta karun yang dinilai sebagai salah satu penemuan arkeologi paling krusial dalam satu dekade terakhir.

Arkeolog Filip Velímsky mengibaratkan keberhasilan penemuan simpanan bersejarah ini seperti memenangkan lotere.

"Harta tersebut kemungkinan besar disembunyikan di sana pada kuartal pertama abad ke-12, di masa ketidakstabilan politik internal. Masa itu, terjadi perselisihan di dalam negeri antara anggota dinasti Premysl yang memperebutkan takhta kepangeranan Praha," kata Arkeolog Filip Velímsky.

Penyimpanan koin di dalam pot tembikar sengaja dilakukan untuk mengamankan kekayaan pemiliknya. Meskipun wadah tersebut berhasil melindungi logam di dalamnya, pemilik aslinya tidak pernah kembali untuk mengambil simpanan itu hingga akhirnya ditemukan kembali sembilan abad kemudian.

Para peneliti meyakini bahwa pemilik simpanan perak ini memiliki tingkat perekonomian yang sangat tinggi dibandingkan masyarakat umum pada masanya.

"Sayangnya untuk masa pergantian abad ke-11 dan ke-12, kami tidak memiliki data mengenai daya beli koin pada masa tersebut. Namun itu jumlah sangat besar, tak terbayangkan bagi masyarakat awam, dan sekaligus tak terjangkau," jelas Filip Velímsky.

Kutnohorsk pada abad pertengahan kerap menjadi jalur perlintasan pasukan pertempuran akibat persaingan takhta. Kondisi geografis tersebut memunculkan spekulasi bahwa tumpukan uang ini merupakan imbalan bagi prajurit atau hasil rampasan perang.

Analisis awal mengaitkan pencetakan koin pecahan perak, tembaga, dan timbal ini dengan tiga penguasa dinasti Premysl antara tahun 1085 hingga 1107, yakni Raja Vratislav II, Pangeran Bretislav II, dan Borivoje II, yang kemungkinan besar dicetak di Praha. Hingga kini, pengelola museum masih melakukan pendataan, pembersihan, serta pengawetan artefak, sementara jadwal resmi pamerannya belum ditentukan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author