MPR dan Persistri Edukasi Empat Pilar untuk Guru PAUD

Share

Badan Sosialisasi MPR RI berkolaborasi dengan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Istri menggelar Sosialisasi Empat Pilar Berbasis Komunitas di Artotel Suites Aquila Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 250 guru PAUD Persatuan Islam Istri dari wilayah Bandung Raya, Garut, dan Sumedang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Muhammad Hoerudin Amin. Anggota F PAN MPR Dapil Jawa Barat XI tersebut menekankan krusialnya penanaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda di tengah gempuran nilai-nilai asing.

"Karena nilai nilai itulah negara Indonesia yang beragam, ini masih terus bersatu, luput dari ancaman perpecahan yang terus muncul bergantian. Dan sampai kapanpun, kita akan terus menjaga, mempertahankan dan mengajarkannya kepada generasi muda, agar Indonesia yang kita cintai senantiasa lestari," ujar Hoerudin, dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Hoerudin berharap para pendidik mampu mengajarkan nilai-nilai dasar tersebut secara bertahap lewat kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, gotong royong, dan toleransi sejak dini.

"Kalau nilai-nilai kebaikan, itu sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, maka saat mereka sudah besar telah mendarah daging menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tanpa diminta mereka akan melaksanakan nilai nilai kebaikan itu sebagai panggilan hati," ujar Hoerudin Amin.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Istri Lia Yuliani mengimbau seluruh peserta yang hadir untuk menjadi duta dalam menyebarkan edukasi empat pilar di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat luas.

"Semakin cepat kita mengenalkan empat pilar kepada mereka, semakin besar peluang, keberhasilan kita menanamkan kebaikan pada mereka. Itu artinya semakin cepat semakin baik, sebelum mereka mengenal nilai-nilai lain di luar sana," katanya.

Lia Yuliani menambahkan bahwa pengenalan nilai-nilai kebangsaan ini lebih efektif jika dimulai dari lingkaran terdekat seperti keluarga dan kerabat.

"Orang terdekatlah yang diprioritaskan, agar ketika mulai mengenalkan kepada lingkungan, keluarga kita terlebih dahulu sudah melaksanakannya," tutupnya.

Sejumlah pejabat MPR RI turut hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, di antaranya Ketua Badan Sosialisasi Abraham Liyanto serta Wakil Ketua Badan Sosialisasi Abidin Fikri. Jajaran anggota badan sosialisasi seperti Chusnunia Chalim, Putih Sari, Sofyan Tanima, Inugraha, Furtasan Ali Yusuf, Zuhri M. Syazali, Evi Apita Maya, Junaidi Aulya, dan M. juga hadir mengisi materi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author