Polisi Selidiki Kasus Viral Begal Model di Kebon Jeruk
Aparat Kepolisian Sektor Kebon Jeruk masih terus mengusut kebenaran informasi viral di media sosial terkait dugaan aksi pembegalan yang menimpa seorang model berinisial ADV di pinggir jalan tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Penyelidikan yang berlangsung hingga Selasa (19/5/2026) ini menemui hambatan karena polisi belum menerima laporan resmi dari korban dan minimnya informasi valid mengenai tempat kejadian perkara.
"Yah, masih diselidiki karena kami belum ketemu sumber jelasnya, narasumber yang A1-nya siapa yang upload pertama dan kronologinya. Masih diselidiki," ujar Aqsha, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Selasa (19/5/2026).
Hingga saat ini, belum ada laporan tertulis yang masuk dari pihak korban maupun keluarga ke kantor polisi mengenai insiden pembegalan tersebut.
Ketiadaan identitas pasti dari sang model juga membuat petugas kepolisian belum dapat melakukan tindakan jemput bola ke kediaman korban.
"Ya itu kita kan belum tahu ini korbannya ini apa bener dia atau siapa, kan gitu loh. Kan kita harus pastiin kan gitu informasinya valid atau tidak. Belum pasti, makanya kita masih lidik dulu," kata Aqsha.
Meski tidak ada laporan resmi dan petunjuk awal sangat terbatas, pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk tetap menuntaskan kasus yang menjadi perhatian publik ini.
Langkah penelusuran ke lapangan tetap digencarkan guna memastikan kebenaran peristiwa demi meredam keresahan yang timbul di tengah masyarakat.
"Tapi tetap ya kita harus menjawab keresahan masyarakat kan, karena kan ini sudah ramai beredar kan. Betul atau tidaknya, kita harus jawab," ucap Aqsha.
Personel kepolisian juga sudah mengecek langsung ke Rumah Sakit Sumber Waras yang disebut-sebut sebagai tempat perawatan korban yang mengalami luka bacok pada bagian kepala.
Berdasarkan pemeriksaan dokumen administrasi di rumah sakit tersebut, petugas sama sekali tidak menemukan adanya catatan medis atas nama korban ADV.
"Iya, belum ada (laporan). Yang jelas di Sumber Waras enggak ada (nama korban). Tidak ada juga yang pernah dirawat karena luka bacok di kepala seperti yang disebut," ucap Aqsha.
Upaya verifikasi data pasien di rumah sakit ini turut dipantau langsung oleh jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya.
Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Kebon Jeruk memastikan rekam medis pasien dalam satu bulan terakhir telah diperiksa secara menyeluruh.
"Kami juga mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras untuk memastikan kebenarannya. Dari hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan data pasien atas nama yang disebutkan dalam unggahan tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir," ucap Budi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya menyatakan status kebenaran dari informasi pembegalan model tersebut hingga kini masih belum bisa dipastikan keabsahannya.
"Saat ini informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya," sambung Budi.
Guna melacak penyebar pertama informasi ini, Polsek Kebon Jeruk telah melimpahkan penelusuran jejak digital kepada tim siber Polres Metro Jakarta Barat.
"Kami sudah minta bantuan juga serahkan ke Polres, tim siber ya untuk coba melihat siapa yang upload-nya buat memeriksa," ucap Aqsha.
Berdasarkan pantauan dari Kompas.com, beberapa akun media sosial di platform Threads yang sebelumnya mengunggah utas mengenai dugaan pembegalan ini terpantau sudah menghapus konten mereka.