India ganti sistem pintu gandakan pengamanan stadion bulu tangkis

Share

Otoritas olahraga India melakukan pengamanan tambahan di Indira Gandhi Indoor Stadium menjelang Kejuaraan Dunia BWF di Delhi untuk mencegah monyet dan merpati mengganggu pertandingan, setelah insiden serupa terjadi pada turnamen sebelumnya di awal tahun ini, demikian dilansir dari Detikcom. Kejuaraan Dunia BWF akan digelar di arena dalam tersebut mulai Senin, 17 Agustus, dengan panitia menyiapkan langkah fisik dan perbaikan infrastruktur agar perhatian penonton tetap pada laga bulu tangkis. Saat India menjadi tuan rumah India Open pada Januari lalu, turnamen itu sempat dihentikan setelah kotoran merpati jatuh ke lapangan, dan seekor monyet terlihat masuk ke stadion, kata dilansir dari Detikcom.

Pejabat India menyebut pintu kayu di seluruh stadion diganti dengan sistem pintu ganda yang dapat mengunci otomatis, serta memasang jaring berkualitas tinggi di area yang berpotensi menjadi jalan masuk hewan, menurut penjelasan yang disampaikan kepada BBC dan dilansir dari Detikcom.

"Kami juga menggunakan gel yang tidak beracun di sejumlah tempat dan pegangan pintu yang mungkin menjadi tempat hinggap merpati, sebagai langkah pencegahan tambahan," ujar Sanjay Mishra, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bulu Tangkis India. Selain itu, akses berpotensi dari celah atap dan ventilasi pembuangan udara ditutup atau diperbaiki untuk mengurangi peluang hewan masuk ke ruang pertandingan, demikian dilansir dari Detikcom.

Sports Authority of India menyatakan perombakan dilakukan di tiga arena utama dalam kompleks stadion, dengan peningkatan juga pada sistem pencahayaan setelah para pemain mengeluhkan munculnya bayangan di lapangan selama India Open, demikian dilansir dari Detikcom. "Perbaikan struktur telah dilakukan di tiga arena utama yang berada di kompleks stadion," kata Ambar Pratap Singh, Direktur Eksekutif Sports Authority of India, dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.

Upaya mengusir monyet menjadi perhatian terbesar ketika awal pekan ini sebuah video beredar memperlihatkan seorang pria menirukan suara lutung di media sosial India, dan sejumlah media melaporkan orang-orang yang bisa menirukan suara itu telah dipekerjakan untuk mengusir monyet dari sekitar stadion, demikian dilansir dari Detikcom. "Solusi yang kami gunakan mungkin sangat khas India, tetapi begitu pula dengan kehangatan, semangat, dan keramahtamahan kami," tulis PV Sindhu melalui X. Namun, Sanjay Mishra menyatakan asosiasi tidak secara khusus mempekerjakan siapa pun untuk mengusir monyet sebagai bagian persiapan kejuaraan, menurut penuturan kepada BBC yang dilansir dari Detikcom.

Masalah tidak hanya terkait hewan. Polusi udara di bagian utara India, terutama Delhi, dikatakan biasanya mencapai tingkat berbahaya antara Oktober hingga Januari, dan pada tahun ini para pemain mengeluhkan kondisi serupa.

Loh Kean Yew dari Singapura mengatakan kesulitan bernapas dan mengenakan masker setiap kali berada di luar hotel, sementara Mia Blichfeldt menyebut kondisi udara di Delhi tidak sehat, demikian dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author