5 Fakta Lomba Makan Kerupuk yang Ikonik Saat HUT RI
Published
·
3 Reads
Lomba makan kerupuk menjadi tradisi populer dan paling mudah dikenali saat perayaan 17 Agustus. Di balik keseruannya sebagai hiburan perayaan kemerdekaan, ada sejarah, makna, dan cerita tentang perjuangan masyarakat Indonesia melewati masa sulit. Berikut ini 5 fakta lomba makan kerupuk yang ikonik:
- Muncul Tahun 1950an — Lomba makan kerupuk mulai dikenal dalam perayaan HUT RI pada 1950-an setelah kondisi politik dan keamanan lebih kondusif pasca-peperangan berakhir. Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman, perlombaan ini hadir sebagai hiburan bagi masyarakat yang sebelumnya masih sibuk mempertahankan kemerdekaan.
- Makanan Rakyat Kecil — Pada 1930-an hingga 1940-an, kerupuk telah menjadi makanan pelengkap yang membantu masyarakat bertahan hidup. Harganya yang terjangkau membuat kerupuk sangat dekat dengan kehidupan rakyat kecil pada masa tersebut.
- Identik dengan Masa Perjuangan — Kegiatan ini dikaitkan dengan upaya mengenang kondisi sulit dan daya bertahan hidup rakyat Indonesia di tengah keterbatasan masa perang. Pilihan kerupuk memiliki makna mendalam karena identik sebagai makanan sederhana masyarakat saat perjuangan.
- Aturan Sederhana yang Penuh Tantangan — Aturannya dilakukan dengan menggantung kerupuk pada tali, lalu peserta harus menghabiskan kerupuk secepat mungkin tanpa menyentuhnya dengan tangan. Kesederhanaan aturan yang mengandalkan gerakan kepala dan mulut ini juga kerap dihadirkan dengan variasi seperti sistem katrol.
- Tradisi yang Tak Pernah Lekang — Hingga kini, lomba makan kerupuk tetap menjadi kegiatan populer di berbagai lingkungan pemukiman maupun acara masyarakat luas. Meski mengalami berbagai variasi aturan seiring perkembangan zaman, kerupuk tetap menjadi bagian utama yang menyimbolkan kesederhanaan dan sejarah perjuangan masa lalu.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author