SBY Dinilai Prabowo Bawa Harapan Baru Lewat APBN 2027

Share

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menilai arah kebijakan ekonomi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto makin jelas dan membawa harapan baru. Tanggapan tersebut disampaikan SBY merespons pidato kenegaraan Presiden Prabowo terkait RUU APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan di DPR RI, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (16/8/2026).

SBY menyampaikan tanggapan tersebut dari Rochester, Amerika Serikat, lantaran sedang menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan pascaoperasi pengangkatan prostat pada 2021. Kondisi tersebut membuatnya berhalangan menghadiri pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD RI maupun peringatan Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka.

"Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di Tanah Air, tidak juga bisa menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka. Sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin. Karena saat ini, bulan Agustus ini saya berada di Rochester, Amerika Serikat untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan atau medical check up," kata SBY.

Meskipun berada di luar negeri, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut tetap memantau substansi pidato kenegaraan Presiden Prabowo dari rekan-rekannya di Indonesia. SBY menilai blueprint pembangunan yang disiapkan pemerintah untuk tahun depan sudah berada di jalur yang tepat.

"Saya juga mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo, teman-teman di tanah air menyampaikan kepada saya substansi dari pidato beliau. Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027 dan sekaligus menandai berlakunya APBN untuk tahun 2027, saya melihat bahwa arah, blueprint, dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya," ujar SBY.

Ia menambahkan bahwa tantangan domestik maupun internasional masih membayangi perekonomian nasional. Meski demikian, fokus pemerintah pada pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan dianggap selaras dengan kebutuhan masyarakat.

"Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internasional, tetapi apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat, karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia, memastikan bahwa ekonomi tetap tumbuh, kemudian pengangguran dan kemiskinan berkurang, pelayanan kesehatan dan pendidikan makin meningkat, infrastruktur dan sebagainya. Menurut saya, itu agenda yang sangat penting," tambahnya.

Terkait target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk tahun 2027, SBY menilainya sebagai langkah yang ambisius namun realistis. Berdasarkan pengalamannya memimpin Indonesia selama 10 tahun, target pertumbuhan rata-rata 6 persen terbukti mampu menekan angka kemiskinan dan utang negara secara signifikan.

"Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6% itu cukup tinggi, ambisius, meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6% memang Alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per kapita meningkat secara tajam," kata dia.

Atas dasar itu, SBY mengingatkan jajaran kabinet pemerintahan agar menjaga konsistensi dan kesehatan fiskal demi memastikan target tersebut berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kebijakan secara berkala untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

"Oleh karena itu, 6% andai kata bisa diraih kembali oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita. Nah, dari semuanya itu dengan harapan baru ini saya hanya ingin berpesan teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus, jangan ada penyimpangan di sana-sini, setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan. Karena begitulah manajemen pemerintahan," ungkap dia.

Di akhir keterangannya, SBY menekankan pentingnya kerja keras jajaran pemerintah agar seluruh rencana yang disampaikan di Senayan dapat terealisasi pada 2027.

"Dan itulah yang ingin saya sampaikan. Great hope, tetapi tantangannya juga tidak ringan. Yang penting do your best pemimpin dan pemerintahan kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author