Gempa M 5,9 Guncang Parigi Moutong 1 Warga Meninggal Dunia
Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 23.25 WIB atau Minggu (16/8/2026) pukul 00.25 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia akibat serangan jantung serta menimbulkan kerusakan fisik pada fasilitas perkantoran pemerintah daerah setempat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis parameter pemutakhiran yang mencatat pusat guncangan berada di laut pada kedalaman 60 kilometer, berjarak sekitar 71 kilometer barat daya Parigi Moutong pada koordinat 0,26 Lintang Utara dan 120,25 Bujur Timur. Pemodelan resmi mengonfirmasi guncangan dangkal akibat deformasi batuan dalam lempeng ini tidak memicu potensi gelombang tsunami.
Dampak getaran terkuat mencapai skala V MMI di Tinombo dan Dampelas, sementara intensitas IV MMI dirasakan warga Kota Parigi, Donggala, Tolitoli, hingga Palu. Adapun wilayah Sigi Biromaru merasakan guncangan pada skala III MMI. Pada rentang waktu yang berdekatan, gempa tektonik juga melanda Manggarai Nusa Tenggara Timur dengan magnitudo 7,7 pada Sabtu pagi serta Simalungun Sumatera Utara berkecepatan magnitudo 6,2 pada Sabtu sore.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memberikan rincian teknis mengenai mekanisme pergerakan batuan di lokasi episenter.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara ; 120,25 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 71 km barat daya Parigi Moutong," kata Wijayanto.
Hasil pemantauan stasiun pemantau mencatat adanya pergeseran sesar tektonik di kedalaman laut tersebut.
"Dari hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya lagi.
Penjelasan mengenai tipe dan mekanisme pergerakan batuan bawah laut disampaikan lebih lanjut oleh pihak BMKG.
"III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu) di Kota Sigi Biromaru," lanjut dia.
Kondisi pascaguncangan terus dipantau untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan di wilayah terdampak.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ucapnya.
Laporan penanganan darurat dari pemerintah daerah mengonfirmasi adanya korban jiwa serta kerusakan bangunan fasilitas publik.
"Iya, benar (wanita meninggal akibat) serangan jantung, sempat dibawa ke PKM (Puskesmas) Mepanga malam itu juga tapi meninggal di jalan," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, dilansir detikSulsel.
Korban teridentifikasi bernama Wiwi Putri berusia 29 tahun. Kerusakan fisik tercatat melanda fasilitas perkantoran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong pada bagian plafon serta dinding kuda-kuda.
"Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong mengalami kerusakan pada plafon dan dinding kuda-kuda," ujar Rivai.
Langkah koordinasi dan pengecekan lapangan langsung dilakukan oleh jajaran pimpinan daerah pasca-kejadian.
“Saya sudah sampaikan tadi malam kepada Pak Bupati agar segera melakukan pengecekan kalau ada rumah yang rusak atau apa pun, segera kita ambil langkah penanganan,” kata Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berkoordinasi dengan otoritas kabupaten untuk menghimpun data rinci dampak bencana.
“Untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau apa pun di sana, tetapi ini masih terus kita pantau,” ujarnya.
Hingga Minggu sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong masih melanjutkan pendataan kerusakan fasilitas umum, pemukiman warga, dan kebutuhan darurat di lapangan. BPBD mencatat satu kali aktivitas gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,2 terjadi pada pukul 01.27 WITA.