Menteri Tito Pastikan Penanganan Gempa NTT Dipercepat dengan Dukungan Anggaran

Share

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu malam (15/8) untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana, dilansir dari detik.com.

Tito datang bersama pejabat terkait seperti Menteri Koordinator PMK Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana dilakukan cepat dan terpadu.

Peninjauan ini menegaskan dukungan pemerintah pusat kepada daerah, termasuk tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang diberikan sejak 5 Agustus kepada 546 daerah, termasuk NTT, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan.

"Kemarin kan baru terima. Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp18,9 triliun dan saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota, se-NTT," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Pemerintah juga melibatkan jajaran keuangan daerah untuk memastikan dukungan anggaran digunakan tepat sasaran dan mendukung arahan Presiden secara terpadu.

Selain dukungan fiskal, pemerintah mengerahkan bantuan lintas kementerian/lembaga mencakup logistik, kesehatan, energi, dan pemulihan infrastruktur.

Untuk mempercepat akses dan distribusi bantuan, pemerintah telah mulai membersihkan jalan nasional dari material longsor dan akan segera menangani jembatan yang putus.

"Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah mulai melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor. Sementara untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi," kata Tito.

Menteri Koordinator PMK Pratikno menekankan pentingnya data cepat dan akurat dari pemerintah daerah dalam penanganan gempa NTT agar rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lancar.

"Jadi, pendataan menjadi sesuatu yang sangat penting. Peran Pak Bupati sangat-sangat krusial di sini untuk mengaktifkan aparat Pemda bagi pendataan. Jadi, ini urusan administrasi, akuntabilitas juga penting Bapak, Ibu sekalian," ujar Pratikno dalam rapat koordinasi bencana di Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Pratikno mengingatkan pengalaman penanganan gempa di Sumatera yang terhambat oleh data tidak akurat dan tidak siap, sehingga data yang benar sangat menentukan kecepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Pendataan itu akan berpengaruh terhadap kecepatan nanti rehab-rekon. Bukan hanya kecepatan dalam tanggap darurat. Sekali lagi, pengalaman kita di Sumatra, variasinya… kita sudah siap, pemerintah pusat sudah siap, tetapi pendataan belum ada, tidak akurat, over, berlebihan, tidak sesuai dengan kenyataan, jauh dari verifikasi," kata Pratikno.

Pratikno menekankan bahwa mempercepat penanganan bencana memerlukan sinkronisasi dan akuntabilitas melalui pendataan yang tepat.

"Pendataan yang benar dan akurat menjadi penting untuk mempercepat bukan hanya tanggap darurat, tetapi juga rehab-rekon. Jadi sekali lagi, nomor satu sinkronisasi, nomor dua akuntabilitas," ujarnya.

Penanganan bencana selanjutnya akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah pusat dan daerah di posko bencana dengan komitmen kerja keras dari pemerintah pusat.

"Kita pemerintah pusat akan bekerja keras untuk mendukung ini. Dan semuanya tentu saja kecepatannya sangat tergantung dari Bapak, Ibu pimpinan di daerah," tambah Pratikno.

Sementara itu, kebakaran melanda rumah ayah pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (14/8) sore. Bangunan semi permanen seluas 114,5 meter persegi itu ludes terbakar tanpa korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Kapolsek Lawa Ipda Jaman menyampaikan, saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena menghadiri lomba gerak jalan. Kerusakan meliputi sejumlah perabot rumah tangga seperti lemari, tempat tidur, kulkas, televisi, dan perangkat lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author