Pemkab Manggarai Barat Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Aman Usai Gempa

Share

Sektor pariwisata di Labuan Bajo dipastikan berada dalam kondisi aman untuk dikunjungi setelah wilayah Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pagi, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama pihak terkait langsung melakukan pengecekan ke sejumlah fasilitas publik utama guna memastikan kelancaran aktivitas serta keselamatan masyarakat dan para wisatawan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

"Kami sudah cek di Pelabuhan, di bandara semuanya aman, tidak ada kerusakan, termasuk fasilitas umum lainnya," kata Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat dihubungi dari Kupang, Sabtu saat merespons pertanyaan tentang dampak gempa bagi sektor pariwisata di Labuan Bajo.

Bupati menjelaskan bahwa pascagempa, permukaan air laut sempat mengalami kenaikan setinggi 0,3 meter dalam beberapa menit, tetapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi fenomena tersebut tidak berpotensi tsunami berbahaya.

"Pascagempa KSOP juga pada pukul 10.00 Wita sudah mengizinkan kembali kapal-kapal wisata untuk berlayar," ujar dia.

Layanan transportasi udara dan proses evakuasi wisatawan di area sekitar pelayaran juga langsung ditangani oleh otoritas setempat untuk menjamin keamanan para pengunjung.

Dia mengatakan saat ini penerbangan dari daerah lain ke Labuan Bajo dan sebaliknya telah beroperasi kendati terbatas.

Pemerintah daerah terus memantau pergerakan para wisatawan yang berada di destinasi pulau-pulau sekitar guna memastikan seluruh aktivitas wisata berjalan kondusif.

Dia juga memastikan wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar, ujar sudah dievakuasi ke titik yang aman dan sudah beraktivitas kembali.

Pengecekan lapangan mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dari kalangan wisatawan akibat peristiwa gempa bumi tersebut.

"Tak ada wisatawan yang menjadi korban jiwa," kata dia.

Di sisi lain, Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dalam rilis resmi yang diterima di Kupang menegaskan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana di kawasan Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima). Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran telah berhasil dipulangkan dan tiba kembali di Labuan Bajo.

Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo dievakuasi ke titik aman di luar gedung, seperti Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Sementara itu, wisatawan dari Meurorah Hotel yang sempat dievakuasi ke Puncak Waringin telah kembali ke akomodasi masing-masing.

Hasil pemantauan Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) hingga pukul 13.45 WITA mencatat Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan yang roboh. Seluruh tamu dan karyawan telah direlokasi ke hotel terdekat, sedangkan Hotel Papita Mbay di Nagekeo dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Akomodasi lain seperti Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum aman dengan catatan retakan ringan, sementara jaringan listrik dan internet telah beroperasi normal. Restoran La Moringga dan Escape Bajo hanya mengalami kerusakan minor dan tetap beroperasi, sedangkan tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author