Penyebab Radang Usus Buntu dan Waktu Tepat Penanganan Operasi
Penyumbatan kotoran atau tinja pada saluran usus besar dapat memicu infeksi dan peradangan organ usus buntu. Kondisi ini membuat organ tabung tersebut membengkak hingga berisiko pecah jika tidak segera ditangani secara medis. Kantung kecil yang berada di sisi kanan bawah usus besar ini dapat menyebarkan bakteri ke seluruh rongga perut saat mengalami pendarahan atau pecah.
Seperti dilansir dari HaiBunda, bahaya infeksi yang masuk ke aliran darah tersebut berpotensi mengancam nyawa. Prosedur bedah apendektomi atau pengangkatannya menjadi langkah medis standar untuk mencegah risiko komplikasi mematikan. Gejala awal umumnya ditandai munculnya rasa nyeri di area sekitar pusar.
Rasa sakit tersebut kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan kian memburuk setelah beberapa jam. Penderita akan merasakan nyeri yang bertambah parah saat batuk, bergerak, atau ketika area perut ditekan.
Penurunan atau variasi gejala dapat terjadi pada lansia, anak-anak, dan wanita hamil. Selain rasa sakit di perut, beberapa gejala pendukung lain meliputi:
- Suhu tubuh meningkat atau demam tinggi
- Gangguan pencernaan seperti sembelit maupun diare
- Frekuensi buang air kecil yang meningkat dari biasanya
- Kondisi linglung atau bingung mendadak pada pasien lanjut usia
Komplikasi Usus Buntu dan Pentingnya Tindakan Bedah
Penanganan medis memiliki batas waktu yang sangat krusial setelah diagnosis ditekan. Organ yang meradang dapat pecah dalam rentang waktu 36 jam sejak gejala pertama muncul. Dokter biasanya menjadwalkan operasi pengangkatan maksimal 24 jam setelah diagnosis dipastikan. Penundaan tindakan dapat memicu peritonitis, yaitu penyebaran infeksi di rongga perut akibat apendiks ruptur.
Risiko komplikasi lainnya berupa pembentukan abses atau kantung nanah di dalam perut. Kondisi abses umumnya membutuhkan penanganan ekstra berupa penyedotan nanah dengan selang khusus selama dua minggu sebelum operasi pengangkatan dilakukan. Pasien operasi laparoskopi sederhana biasanya dapat beraktivitas dan pulang pada hari yang sama. Namun, kasus komplikasi atau operasi terbuka memerlukan perawatan rumah sakit yang lebih lama dengan masa pemulihan total sekitar enam minggu.