Otorita IKN Ungkap Progres Apartemen China dan Bandara Haji

Share

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan perkembangan terkini di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Agustus 2026. Proyek apartemen investasi China telah menerima pemesanan lebih dari 100 unit, sementara Bandara VVIP IKN direncanakan menjadi embarkasi haji dan umrah.

Kepala OIKN Basuki Hadimuldjono mengatakan PT Star Bright International Investment, pengembang properti asal China, mulai membangun empat tower apartemen senilai Rp 1,25 triliun sejak 15 Juli 2026 di Sub WP 1B KIPP. "Itu sekarang sudah dipesan orang apartemennya. Sudah lebih dari 100 apartemen yang dipesan," ujar Basuki kepada wartawan di Kantor OIKN, Jumat (14/08/2026).

Basuki menambahkan bahwa lokasi apartemen sangat strategis karena berada di jantung kawasan pemerintahan Nusantara yang akan selesai pada 2028. "Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun," katanya.

Selain itu, OIKN berencana mengubah fungsi Bandara VVIP IKN agar bisa melayani penerbangan haji dan umrah. Basuki menjelaskan telah berkomunikasi dengan Kementerian Haji untuk mewujudkan rencana tersebut karena kebutuhan kapasitas embarkasi haji relatif kecil, hanya sekitar 400 jemaah.

"Saya sudah juga berhubungan dengan, komunikasi dengan Pak Kementerian Haji, kalau bisa dipakai untuk embarkasi Umrah dan Haji. Karena hanya butuh 400 jemaah kalau mau jadi embarkasi Haji," ujar Basuki dalam media briefing Jumat (14/8/2026).

Menurut Basuki, Bandara VVIP IKN dapat menjadi pusat keberangkatan haji dan umrah untuk wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan sebagian Sulawesi. "Jadi kalau Kaltara, Kaltim, Kalsel, pasti sudah lebih dari itu. Belum nanti kalian ada Sulawesi, yang dekat-dekat sini, insyaallah," jelasnya.

OIKN masih menunggu proses perubahan status Bandara VVIP dari bandara khusus menjadi bandara komersial agar bisa melayani penerbangan komersial secara resmi. "Tinggal nanti kita menunggu progresnya untuk berubah bandara khusus menjadi bandara komersial," pungkas Basuki.

Selain perkembangan di IKN, otoritas militer Iran menuduh Qatar menahan tiga pilot jet tempur mereka selama perang di Timur Tengah. Jenderal Mohammad Bagherzadeh menyebut ketiganya ditangkap setelah pesawat Su-24 jatuh dan telah ditahan selama enam bulan tanpa izin bertemu keluarga.

"Tiga pilot Iran ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Qatar setelah jet tempur Su-24 mereka jatuh selama perang," ujar Jenderal Bagherzadeh dalam surat kepada Komite Internasional Palang Merah.

Ia menyebut nama ketiga pilot yang ditahan adalah Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian. Sebelumnya militer Iran juga menyatakan telah mengevakuasi jasad pilot Majid Kazemi yang tewas dalam serangan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Maret 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bandara haji IKN investasi properti
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author