PKB Minta Presiden Prabowo Fokuskan Ekonomi untuk Kesejahteraan
Arah pembangunan nasional dalam pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 dinilai Fraksi PKB MPR RI harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat, Minggu (16/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi, investasi, serta pengelolaan sumber daya alam merupakan instrumen penting untuk memajukan kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 dan 5,45 persen pada semester I 2026. Di sisi investasi, realisasi mencapai Rp1.931 triliun pada 2025 dengan penyerapan 2,7 juta tenaga kerja, serta Rp1.010 triliun pada semester I 2026 yang membuka 1,4 juta lapangan kerja.
Neng Eem memberikan penegasan mengenai prioritas pembangunan yang disampaikan oleh Presiden dalam pidatonya tersebut.
"Kami menangkap pesan yang sangat jelas dari pidato Presiden: pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat. Karena itu, PKB akan mengawal agar pertumbuhan, investasi, dan kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat," ujar Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Fraksi PKB MPR RI.
Ia menambahkan bahwa dampak investasi perlu diukur secara mendalam melalui pembentukan lapangan kerja berkualitas dan integrasi pelaku usaha lokal.
"Investasi jangan hanya dihitung dari nilai triliun rupiahnya. Kita harus melihat berapa banyak lapangan kerja berkualitas yang tercipta, berapa banyak UMKM dan koperasi yang masuk rantai pasok, berapa besar transfer teknologi, dan berapa besar nilai tambah yang tinggal di Indonesia," kata Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Fraksi PKB MPR RI.
Mengenai pengelolaan sumber daya alam dan program hilirisasi, PKB menekankan pentingnya pembentukan industri nasional yang tangguh serta penguatan rantai pasok dalam negeri.
"Kita tidak boleh puas hanya karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan alam harus menjadi kekuatan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Fraksi PKB MPR RI.
Selain itu, PKB menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi contoh konkret penggerak sektor pangan lokal. Pada akhir pernyataannya, Neng Eem menegaskan komitmen fraksinya dalam mengawal seluruh kebijakan pemerintah agar memberikan manfaat riil bagi masyarakat luas.
"Pada akhirnya, rakyat harus menjadi penerima manfaat utama dari pembangunan. Itulah amanat konstitusi dan itulah yang akan terus diperjuangkan PKB," kata Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua Fraksi PKB MPR RI.