Elizabeth Carr Ceritakan Pengalaman Menjadi Bayi IVF Pertama AS
Kelahiran Elizabeth Jordan Carr pada 28 Desember 1981 menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia medis Amerika Serikat. Dilansir dari HaiBunda, Elizabeth merupakan bayi pertama di AS yang lahir melalui metode in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Sebelum Elizabeth lahir di Norfolk, Virginia, dunia telah lebih dulu mengenal Louise Brown yang lahir di Inggris pada 25 Juli 1978. Prosedur IVF di Amerika Serikat saat itu masih dianggap sangat baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya.
Orang tua Elizabeth, Judy Carr, memutuskan mengikuti program IVF setelah mengalami tiga kali kehamilan ektopik. Kondisi medis tersebut menyebabkan saluran tubanya pecah hingga memicu pendarahan internal yang parah.
Dokter kandungan yang menangani Judy kemudian merekomendasikan program IVF yang dikembangkan oleh Howard Jones dan Georgeanna Jones. Prosedur ini mewajibkan proses persalinan dilakukan di Virginia karena IVF masih ilegal di negara bagian asal mereka, Massachusetts.
Keluarga Carr memilih membuka kisah ini kepada publik sejak awal. Kebijakan tersebut diambil guna memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa program IVF merupakan opsi nyata bagi pasangan yang memiliki masalah kesuburan.
Memasuki usia 44 tahun, Elizabeth mengaku masih sering mendapatkan pertanyaan unik dari masyarakat. Beberapa orang keliru menganggap proses bayi tabung berarti janin tumbuh di dalam tabung reaksi laboratorium selama sembilan bulan.
"Orang-orang benar-benar menanyakan hal itu karena mereka mengira saya tumbuh di dalam tabung atau laboratorium," kata Carr.
Elizabeth menjelaskan bahwa tabung reaksi sama sekali tidak digunakan dalam proses tersebut. Pembuahan sel telur dan sperma dilakukan di cawan petri sebelum embrio dimasukkan kembali ke rahim sang ibu.
"Pembuahan terjadi di dalam cawan petri, lalu saya dimasukkan kembali ke rahim ibu saya, dan sembilan bulan kemudian, lahirlah saya seperti orang lain pada umumnya," ujar Carr.
Berdasarkan data medis, jumlah individu yang lahir melalui metode IVF kini diperkirakan telah mencapai 12 juta jiwa di seluruh dunia. Perkembangan teknologi reproduksi ini juga terus meningkat melalui inovasi pembekuan embrio hingga injeksi sperma intrasiptoplasmik (ICSI).