Esteban Ribovics Kalahkan Edson Barboza di UFC 330

Share

Petarung asal Argentina, Esteban Ribovics, meraih kemenangan submission pada ronde kedua atas veteran Edson Barboza dalam ajang UFC 330 yang digelar di Philadelphia. Kekalahan tersebut langsung memicu Barboza mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia seni bela diri campuran setelah berkarier selama 17 tahun dengan rekor UFC 18-15.

Barboza yang berusia 40 tahun harus bertarung dalam kondisi cedera setelah menerima luka robek parah di kaki akibat serangan bertubi-tubi dari Ribovics pada ronde pertama. Serangan siku dan pukulan beruntun dari petarung berusia 30 tahun itu membuat Barboza kesulitan mengandalkan teknik tendangan kakinya yang menjadi andalan.

Ribovics akhirnya menyelesaikannya pada menit 1:32 ronde kedua melalui kuncian cepat. Seusai pertarungan berakhir, Barboza melepaskan sarung tangannya di dalam arena sebagai penanda pensiun secara emosional.

"Saya benar-benar melakukan yang terbaik," kata Edson Barboza, petarung veteran UFC.

Momen perpisahan tersebut diiringi rasa hormat dari sang lawan yang mengagumi rekor dan perjalanan panjang Barboza di dunia MMA.

"Terima kasih banyak," kata Edson Barboza, petarung veteran UFC.

Ribovics mengungkapkan bahwa menghadapi sosok senior di dalam arena memberi kesan mendalam bagi perjalanan kariernya sendiri.

"Dia adalah idola saya," kata Esteban Ribovics, petarung UFC.

Kemenangan atas petarung berpengalaman tersebut diakui Ribovics sebagai sebuah pencapaian tersendiri.

"Bertarung dengannya adalah sebuah kehormatan," kata Esteban Ribovics, petarung UFC.

Ribovics juga memberikan apresiasi atas pengabdian panjang lawannya di arena profesional.

"Dia memiliki karier yang luar biasa dan besar," kata Esteban Ribovics, petarung UFC.

Selain pertarungan tersebut, ajang UFC 330 juga menghadirkan pertarungan utama antara juara bertahan kelas welter Islam Makhachev menghadapi tantangan dari Ian Machado Garry. Mantan juara kelas menengah Robert Whittaker menilai Garry memiliki peluang untuk menyulitkan Makhachev melalui kontrol jarak dan pergerakan kaki.

"Hal itu membuat saya terkejut karena para pembuat prediksi bereaksi seperti ini, padahal biasanya prediksi mereka tepat," kata Robert Whittaker, mantan juara UFC.

Whittaker menambahkan bahwa analisis para pengamat sering kali melihat hal mendalam yang luput dari pandangan penonton biasa.

"Merek melihat hal-hal yang tidak dilihat oleh penggemar umum. Namun saya tidak berpikir Ian akan memberikan posisi yang dibutuhkan Islam untuk melakukan takedown di mana saya pikir Islam akan mengakhiri pertarungan," kata Robert Whittaker, mantan juara UFC.

Kemampuan variasi serangan Garry dinilai menjadi faktor kunci untuk meredam strategi lawan.

"Berkat variasi serangannya, kontrol jaraknya, serta kelincahan kakinya… Anda melihat ketika dia bertarung melawan Prates bagaimana manajemen jarak dan variasi serangannya sangat indah untuk dilihat," kata Robert Whittaker, mantan juara UFC.

Whittaker memperkirakan pertarungan akan berlangsung ketat hingga ronde-ronde akhir.

"Jadi saya tidak berpikir dia akan memberikan posisi untuk mendapatkan takedown dan saya bisa melihat pertarungan ini cukup aman tetapi sangat ketat hingga ronde-ronde akhir di mana Ian tidak memiliki pengondisian otot yang sama dalam hal grappling dan Islam mulai mengambil keuntungan atau mendapatkan takedown di ronde ketiga atau keempat dan mencari submission dari situ," kata Robert Whittaker, mantan juara UFC.

Dukungan agar Garry meraih kemenangan juga datang dari mantan juara kelas bulu Conor McGregor yang memprediksi laga akan berakhir lewat tendangan kepala.

"Bagaimana saya melihatnya? Tendangan tinggi kanan melintasi puncak kepala, dan kemenangan untuk petarung Irlandia-Brasil," kata Conor McGregor, petarung UFC.

McGregor memberikan dorongan semangat penuh menjelang laga krusial tersebut.

"Ayo, Ian! Mendoakan yang terbaik untukmu, kawan. Pertarungan yang hebat," kata Conor McGregor, petarung UFC.

Ia memproyeksikan bahwa duel perebutan gelar tersebut tidak akan selesai dalam waktu singkat.

"Ronde berapa? Ronde akhir. Pertarungan ini berjalan lama, teman-teman.

Pertarungan ini berjalan lama. Pertarungan luar biasa, sangat tidak sabar menantikannya," kata Conor McGregor, petarung UFC.

Mantan pemegang sabuk kelas welter Jack Della Maddalena yang pernah menghadapi Makhachev juga menjagokan Garry karena keunggulan jangkauan.

"Saya percaya Ian Garry akan mendapatkan kemenangan," kata Jack Della Maddalena, petarung UFC.

Della Maddalena menilai postur tubuh Garry yang lebih tinggi menjadi keunggulan taktis di dalam arena.

"Saya pikir dia akan terlalu tinggi, dia bakal mampu menjaga jarak, menjaga pertarungan tetap dalam jangkauan," kata Jack Della Maddalena, petarung UFC.

Pandangan serupa disampaikan oleh mantan juara kelas menengah Israel Adesanya yang memilih mendukung Garry.

"Saya percaya pada keajaiban," kata Israel Adesanya, mantan juara UFC.

Di sisi lain, mantan juara kelas bantam Sean O'Malley memprediksi pertarungan akan berjalan penuh hingga keputusan juri.

"Prediksi akhir: Saya pikir Ian Garry akan menang lewat keputusan juri," kata Sean O'Malley, petarung UFC.

O'Malley memperkirakan dinamika pertarungan tidak akan terlalu agresif namun tetap kompetitif.

"Saya tidak berpikir ini akan menjadi pertarungan paling mendebarkan yang pernah ada. Saya pikir akan ada beberapa aksi saling balas yang bagus, tetapi saya yakin Ian Garry akan menang," kata Sean O'Malley, petarung UFC.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author