Timnas Putri U17 Pembantaian Arab Saudi 7-0 Srikandi Merdeka Cup

Share

Tim nasional sepak bola putri Indonesia U-17 mencatatkan kemenangan telak 7-0 saat mengandaskan Arab Saudi pada laga perdana babak penyisihan Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026).

Hasil sempurna tersebut mengantarkan skuad Garuda Pertiwi memuncaki klasemen sementara Grup A dengan perolehan tiga poin. Rentetan gol kemenangan dicetak oleh Fadilla pada menit ke-5 dan 78, Nafeeza Ayasha Nori di menit ke-23, Jazlyn Kayla Firyal pada menit ke-36 dan 40, Shifana Rizka di menit ke-49, serta satu gol bunuh diri dari pemain lawan.

Kemenangan besar di hadapan publik sendiri di manfaatkan tim pelatih untuk merotasi susunan pemain secara masif. Kesempatan tersebut digunakan guna memberikan jam terbang internasional bagi para pemain muda yang ada di dalam skuad.

"Semoga terhibur ya? Memang harapan kami menghibur warga Kudus tadi. Tapi selain itu kami ingin menginspirasi anak-anak kecil perempuan di seluruh Indonesia yang menonton supaya mereka ingin main bola juga," kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17.

Selain memberikan hiburan bagi masyarakat local, mantan pelatih berdarah Jerman tersebut juga mengapresiasi aturan turnamen yang mengizinkan banyak pergantian pemain pada laga ini.

"Kami bersyukur dengan skor tadi sudah mengamankan kemenangan, sehingga bisa apalagi ada peraturan khusus di turnamen ini boleh sampai delapan pemain pengganti. Bagus banget, jadi kita bisa memberikan kesempatan debut untuk 13 pemain tadi. Luar biasa," ujar Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17.

Meskipun mengamankan hasil memuaskan di laga pembuka, pelatih berdarah Jerman itu menekankan bahwa fokus utama tim kelompok umur adalah pembinaan talenta jangka panjang demi menyuplai timnas senior.

"Saya itu cari pemain dan saya membina pemain untuk Timnas Senior. Harusnya seperti itu pelatih Timnas U-17. Nah, ini pertanyaannya apakah PSSI setuju atau tidak?" kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17.

Ia juga menegaskan kesiapannya untuk terus berkontribusi bagi sepak bola nasional dalam peran apa pun sesuai kebutuhan federasi.

"Kalau tidak setuju ya nggak apa-apa, saya kan bisa di belakang layar, saya nggak harus di depan. Saya sudah melatih bola sudah 28 tahun di Indonesia, kadang di depan kadang di belakang layar, nggak masalah," ujar Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17.

Timo menambahkan bahwa pemahaman mengenai hakikat pembinaan usia muda merupakan fondasi utama bagi negara yang ingin memajukan kualitas sepak bolanya.

"Ini harus dimengerti bahwa U-17 itu utamanya itu: mencari dan mencetak pemain dalam semua hal. Pola makannya gimana, taktisnya gimana, sikapnya gimana. Supaya kita bisa mencetak pemain senior yang lebih baik dan lebih baik lagi."

Menurutnya, prioritas pengembangan pemain harus menjadi pegangan bersama dalam menjalankan program tim nasional usia muda.

"Nah, itu tugas utama daripada pelatih U-17 menurut saya. Dan itu bukan hanya menurut saya, tapi semua negara-negara yang mau berkembang sepak bolanya berpikirnya seperti itu gitu," beber Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17.

Setelah mengamankan posisi teratas di klasemen Grup A, Garuda Pertiwi dijadwalkan menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua yang berlangsung Minggu (16/8/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author