Gempa NTT Ganggu Jaringan Telkom dan Terjang 200 BTS
Penurunan kualitas layanan telekomunikasi melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya usai diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pukul 05.58 WITA. Seperti dilansir dari Detik iNET, masalah pasokan listrik dan kerusakan fisik perangkat menjadi penyebab utama kendala sinyal tersebut.
Dampak guncangan yang berpusat di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo ini berdampak luas pada infrastruktur jaringan. Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 200 base transceiver station (BTS) mengalami gangguan teknis yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se-NTT.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengonfirmasi terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi bersama para operator seluler guna memulihkan konektivitas.
Pihak PT Telkom Indonesia mengonfirmasi bahwa proses pemulihan infrastruktur di lapangan sangat bergantung pada stabilitas pasokan listrik dari fasilitas kelistrikan daerah setempat. Pengerahan pasokan daya darurat telah dilakukan untuk menjaga operasional perangkat yang masih berfungsi.
Sebagai langkah antisipasi, TelkomGroup mengaktifkan genset tambahan guna menunjang penguatan daya mandiri serta mendukung percepatan pemulihan konektivitas digital secara bertahap. Seluruh tim teknis juga telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk perbaikan fisik.
"Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung," kata Executive Vice President (EVP) Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto.
Manajemen Telkom menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan dan memastikan proses percepatan perbaikan infrastruktur terus berjalan hingga jaringan kembali normal.