Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Menewaskan 11 Orang

Share

Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 19 lainnya di wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Pemerintah Lebanon mengonfirmasi total jumlah korban dalam insiden tersebut sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Aksi militer tersebut menghantam wilayah Ansar dan Deir ez-Zahrani yang berada di distrik Nabatieh. Di Ansar, sebanyak tujuh orang tewas termasuk tiga anak-anak serta dua orang mengalami luka-luka. Sementara itu, serangan di Deir ez-Zahrani mengakibatkan empat orang tewas dan 17 lainnya luka-luka.

Pihak militer Israel mengklaim telah menargetkan infrastruktur milik Hizbullah di kawasan Nabatieh dan Ansar. Serangan itu diklaim sebagai bentuk balasan atas tindakan yang menargetkan tentara Israel di Punggungan Ali al-Taher.

Di sisi lain, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menolak klaim tersebut dan menilai eskalasi militer ini sangat berbahaya karena merusak upaya stabilitas di wilayah selatan.

"Keberadaannya tidak memberi Israel hak untuk melanggar wilayah Lebanon atau membahayakan warga sipil," kata Salam.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri yang mengecam keras aksi tersebut. Berri menyebut serangan udara militer Israel sebagai bentuk pembantaian dan kelanjutan dari pemusnahan di Lebanon selatan.

Sementara itu, Hizbullah menuntut pemerintah Lebanon untuk menghentikan ketergantungan pada mediasi Amerika Serikat serta meninggalkan proses negosiasi langsung. Kelompok tersebut juga menegaskan bakal membalas aksi militer Israel.

"Musuh Israel harus memahami dengan baik bahwa serangan, pelanggaran, dan upaya mereka untuk memaksakan fait accompli tidak dapat berlanjut, dan akan dibalas dengan apa yang pantas mereka dapatkan," kata pernyataan Hizbullah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author