Warga Pulau Terluar Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pendidik dan nelayan dari Kepulauan Seribu dipersiapkan untuk menghadiri upacara di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026. Undangan tersebut merupakan momen bersejarah bagi warga pulau terluar yang selama ini terpisah oleh laut dari pusat pemerintahan. Welni Agnes, guru di SMPN 1 Atap Dua, Pulau Sabira, mengaku awalnya mengira kabar tersebut hanya candaan saat pemulihan dari rumah sakit.
"Saya pikir bercandaan karena kan sebelumnya saya baru keluar dari rumah sakit, saya pikir mungkin biar saya cepat sembuhnya. Ternyata benar," ujar Welni dengan rasa syukur, seperti dikutip laman resmi Sekretariat Negara, 15 Agustus 2026.
Welni juga menyampaikan pesan agar Presiden Prabowo Subianto menjaga kesehatan dalam memimpin bangsa. Ririn Yuniarsih, Kepala SMPN 285 Jakarta, menegaskan pentingnya akses pendidikan setara bagi anak-anak di pulau terluar.
"Anak pulau tidak berbeda dengan anak di seluruh Nusantara," ujar Ririn, menggarisbawahi pentingnya keadilan sosial di wilayah 3T. Nelayan Ali Kurniawan dari Pulau Harapan dan Najib dari Pulau Sabira mengaku bangga bisa menghadiri upacara di ibu kota negara.
Ali menyatakan pengalaman ini akan menjadi cerita berharga bagi keturunannya kelak. "Walaupun orang tuanya nelayan, tapi saya akan ceritakan Bapak pernah menghadiri upacara di Istana Merdeka," kata Ali. Najib mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil di pulau terluar.
"Kalau dipikirkan gak mungkin kan orang seperti kita, orang kecil seperti saya ini mau dipanggil ke sana kan. Jadi ini terima kasih banyak dan sangat senang lah," ujarnya.
Kisah dari Kepulauan Seribu ini mencerminkan makna penting perayaan nasional, yaitu pengakuan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama tanpa memandang geografis maupun profesi.