MSCI Depak GOTO dan CPIN Dari Indeks Utama

Share

Lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. resmi mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari MSCI Global Standard Index pada evaluasi berkala Kamis (13/8/2026).

Keputusan rebalancing indeks yang efektif mulai 31 Agustus 2026 ini menurunkan status CPIN ke MSCI Small Cap Index, sementara GOTO terhapus dari MSCI Indonesia Investable Market Index, dilansir dari Kompas.com.

Pencoretan GOTO dan CPIN berpotensi memicu aksi jual bersih investor asing senilai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun pada bursa saham tanah air, berdasarkan analisis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Meskipun terdepak dari indeks MSCI, GOTO mencatatkan perbaikan kinerja finansial pada semester pertama 2026 dengan membukukan laba bersih Rp607,49 miliar, melompat dari kerugian Rp580,01 miliar pada periode sama tahun 2025.

Pertumbuhan laba bersih GOTO ditopang lonjakan pendapatan sebesar 28,4 persen menjadi Rp10,99 triliun, dilansir dari Emitennews.com. Namun, harga saham perseroan stagnan di level Rp50 per lembar.

Pada rebalancing segmen Small Cap, MSCI memasukkan CPIN dan mengeluarkan sembilan emiten, antara lain ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, serta TCPI, dilaporkan Snips Stockbit.

Hasil evaluasi indeks periode Agustus ini dinilai memberikan dampak negatif bagi pasar saham domestik karena tidak adanya emiten baru dari Indonesia yang masuk ke Global Standard Index.

"MSCI August 2026 Index Review memberikan hasil yang lebih negatif bagi pasar Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index," kata Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas.

Rully menjelaskan bahwa masalah replikasi indeks menjadi alasan utama penghapusan GOTO dari indeks investasi. Perdagangan saham GOTO mengalami keterbatasan likuiditas setelah berada pada batas minimum harga bursa.

"MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat GOTO bertahan di harga minimum Rp 50 sejak Mei sebagai penyebab potensi index replicability issues," kata Rully Arya Wisnubroto.

Penyesuaian bobot saham Indonesia di indeks pasar berkembang diperkirakan berkurang tipis dari 0,49 persen menjadi 0,46 persen. Arus modal keluar diproyeksikan terkonsentrasi pada saham yang mengalami perubahan status.

"Dalam jangka pendek mungkin ada dampak terhadap sentimen karena memang tidak ada penambahan saham dan hanya terjadi pengurangan. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan minimal dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung, seperti CPIN," kata Wilbert Arifin, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Sebelumnya pada evaluasi Mei 2026, enam emiten telah dikeluarkan dari indeks utama MSCI, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Evaluasi MSCI berikutnya dijadwalkan pada 11 November 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: MSCI Saham CPIN Saham GOTO
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author