M Deni Fikri Terpilih Jadi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Siswa UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo asal Kabupaten Polewali Mandar, M Deni Fikri, terpilih sebagai perwakilan Sulawesi Barat dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Deni intensif menjalani pemusatan pelatihan sejak pagi hingga petang bersama rekan-rekannya dari 38 provinsi di seluruh Indonesia demi menuntaskan impian masa kecilnya.
"Untuk saya, pelatihannya cukup berat, karena ini memang tingkatnya tingkat paling tertinggi, yaitu nasional. Tetapi, bagi saya, ini adalah suatu pencapaian. Bagi saya, ini cita-cita saya dari SD, melanjutkan perjuangan kakak saya yang dulunya gugur dalam seleksi paskibraka tingkat nasional," tuturnya pada detikedu, ditulis Minggu (16/8/2026).
Inspirasi Deni berkembang sejak SD saat menyaksikan sang kakak bertugas menjadi Komandan Kelompok 17 dalam upacara bendera tingkat kecamatan.
"17 orang, sekitar ada 50 meter ke lapangan, masuk. Saya kagum melihat kakak saya," tutur Deni.
Meskipun tidak aktif di ekskul Paskibra saat SMP, Deni mengasah kedisiplinan serta kepemimpinan melalui organisasi Pramuka.
"Dari situ saya tertarik, dan semenjak saya masuk SD, saya mulai belajar sedikit demi sedikit ke kakak saya tentang hadap kanan, hadap kiri, jalan di tempat," kenangnya.
Pengalaman berorganisasi tersebut membulatkan tekadnya untuk mendaftar seleksi Paskibraka 2026 dengan dukungan bimbingan intensif dari kakak sepupunya.
"Kebetulan dari kelas 2 sampai kelas 3 saya menjadi pimpinan regu, yaitu pimpinan kelompok," ucapnya.
Dalam persiapan akademik, ia mempelajari materi Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), hingga pendalaman nilai-nilai Pancasila setiap malam.
"Saya kerja sendiri, terus kakak sepupu saya cek. Lama-kelamaan, hari pertama nilai saya rendah, 20, dan kemudian hari ketiga naik 30. Dan Alhamdulillah, menjelang satu minggu, nilai saya meningkat sebelum H-1 seleksi TWK-TIU," ujarnya.
Selain belajar teori, Deni menjaga kondisi fisik dengan rutin lari pagi dan sore masing-masing sejauh tiga kilometer serta melakukan push-up dan sit-up.
"Kesamaptaan tergantung dari waktu. Bisa kita melatih lari, push-up. Itu push-up lima kali sehari, setidaknya ada lima kali push-up lah.
Kemudian lari pagi, setidaknya tiga kilometer, lari sore juga tiga kilometer. Dan kemudian latih sit-up, back-up, dan shuttle run," jelasnya.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil memuaskan saat ia meraih skor TWK 95 dan TIU 90 pada tes tingkat kabupaten.
"Kemudian ada tes samapta, tes psikotest, terus dengan kesehatan, kesehatan juga penting bagi paskibraka karena (nantinya ada tantangan) cuacanya," jelas Deni.
Saat melangkah ke seleksi tingkat provinsi, nilai TWK dan TIU miliknya meningkat konsisten hingga mencapai angka 95.
"Empat orang dari Kabupaten Polewali Mandar dan dua orangnya lagi dari (Kabupaten) Pasangkayu dan Mamuju, putra dan putri," tuturnya.
Pada tahapan akhir, Deni dinyatakan lolos verifikasi pusat bersama Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar.
"Mewakili daerah itu sangat bangga karena bisa mengharumkan daerah sendiri, terutama di desa saya sendiri. Dan bertemu dengan teman-teman 38 provinsi ini, saya cukup senang dan bahagia bisa berkenalan se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.
Kehadiran peserta dari beragam wilayah memberinya kesempatan berharga untuk beradaptasi dengan variasi budaya serta kebiasaan rekan-rekannya.
"Tetapi itu bukan halangan bagi kami. Kami tetap satu, tetap saling merangkul, agar angkatan 2026 ini lebih baik dari tahun sebelumnya," tuturnya.
Rasa kebersamaan yang terjalin erat di pemusatan pelatihan juga menjadi penopang moral Deni selama terpisah jauh dari keluarga.
"Kita harus menahan rindu terhadap keluarga. Rindu itu berat, jadi kita semua di sini tetap saling merangkul, tetap saling menjaga," ucapnya.
Seluruh penggemblengan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan selama menjadi Paskibraka dipersiapkannya sebagai bekal utama untuk mendaftar ke Akademi Kepolisian (Akpol).