Presiden Kolombia Lobi Donald Trump Tangguhkan Tarif Impor
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella melobi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangguhkan tarif impor produk dari negaranya. Langkah diplomasi ini diambil menyusul bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang menghancurkan sejumlah wilayah di Kolombia, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (16/8/2026).
Bencana gempa bumi tersebut mengguncang dan menghancurkan Kota Cali serta Pereira di wilayah barat Kolombia. Dampak guncangan hebat itu menyebabkan hampir 300 orang meninggal dunia dan merusak kurang lebih 13.000 unit rumah warga.
Permintaan penangguhan bea masuk ini diajukan karena Amerika Serikat telah menaikkan tarif impor produk Kolombia dari 10 persen menjadi 12,5 persen pada akhir Juli. Kenaikan yang berlaku sejak 24 Juli tersebut menggantikan aturan bea masuk global yang habis masa berlakunya, meskipun beberapa komoditas seperti kopi dan minyak mendapat pengecualian.
Dalam upaya negosiasi tersebut, De la Espriella menyampaikan permohonan langsung secara lisan kepada pihak Amerika Serikat guna meringankan beban ekonomi para pengusaha domestik di tengah situasi krisis.
"Saya memintanya untuk mempertimbangkan penangguhan sementara tarif tinggi yang berdampak pada produk-produk Kolombia, guna memberikan bantuan bagi para pelaku usaha kami yang sedang menghadapi masa-masa sangat sulit akibat dampak gempa bumi," kata De la Espriella, Presiden Kolombia.
Guna menjelaskan kondisi terkini negaranya, De la Espriella melakukan komunikasi intensif melalui sambungan telepon selama sekitar 10 menit bersama Trump untuk membahas tantangan ekonomi pascabencana.
"Percakapan berlangsung sangat hangat dan ramah," kata De la Espriella.
Pemimpin anyar Kolombia itu menyoroti besarnya beban pembangunan kembali infrastruktur yang hancur di tengah kondisi perekonomian negara yang sedang tidak stabil.
"Saya menyampaikan kepadanya bahwa kami memiliki tantangan besar di depan: membangun kembali Kolombia di tengah situasi ekonomi yang sangat sulit dan mengkhawatirkan yang saya warisi," kata De la Espriella.