BMKG Memprediksi Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi diguyur hujan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Potensi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lokal dan regional seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta Gelombang Kelvin. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau akibat fenomena El Nino kuat dan IOD positif, gangguan atmosfer memicu pertumbuhan awan hujan.

BMKG mencatat curah hujan harian secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah. Aktivitas MJO diprediksi melintas di wilayah Sumatra serta sebagian Kalimantan bagian utara dan timur. Pada saat yang sama, Gelombang Kelvin terpantau aktif di area Sumatra dan Kalimantan, yang memperkuat konveksi lokal bersama daerah konvergensi angin.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan secara umum masih terbatas dalam beberapa dasarian ke depan," kata BMKG dalam laman resminya, Sabtu (15/8).

Peta prakiraan cuaca harian BMKG menunjukkan potensi hujan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, mencakup wilayah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, potensi angin kencang berpeluang terjadi di Banten, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan. Selain dinamika MJO dan Gelombang Kelvin, BMKG juga mengidentifikasi daerah perlambatan angin atau konvergensi yang membentang dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Barat, hingga Papua Pegunungan. Pertemuan angin atau konfluensi juga terpantau di Laut China Selatan, Samudra Hindia selatan Jawa, serta Laut Arafuru.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem lokal yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan angin kencang. Warga juga disarankan menghemat penggunaan air serta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan selama periode musim kemarau.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author