Abel Ferreira Tanggapi Kontroversi Handsball Saat Palmeiras Tumbang

Share

Pelatih Palmeiras Abel Ferreira memberikan komentar mengenai keputusan wasit Anderson Daronco yang tidak memberikan penalti atas dugaan handsball Agustín Giay saat timnya kalah 2-3 dari Fluminense di Stadion Maracanã pada Sabtu (15/8/2026).

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-57 ketika umpan silang Soteldo mengenai lengan Giay di dalam kotak penalti. Wasit menilai bola terlebih dahulu memantul dari kepala Giay sebelum menyentuh tangannya sehingga tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran, yang memicu protes keras dari para pemain Fluminense.

Di luar kontroversi wasit, laga ini juga ditandai dengan kepulangan mantan bintang Fluminense Jhon Arias ke Maracanã sebagai pemain Palmeiras. Winger asal Kolombia tersebut mendapat sambutan hostil dari pendukung tuan rumah yang membentangkan spanduk kecaman dan meneriakkan ejekan kepadanya.

Arias pernah membela Fluminense pada periode 2021 hingga 2025 serta mempersembahkan gelar Copa Libertadores 2023. Setelah sempat pindah ke Wolverhampton, ia memilih kembali ke Brasil untuk bergabung dengan Palmeiras setelah tawaran senilai 25 juta euro dari tim Paulistao tidak mampu ditandingi oleh Fluminense.

Dalam pertandingan tersebut, Palmeiras sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Gustavo Gómez pada menit ke-9 sebelum dibalas oleh Hulk menjelang babak pertama usai. Maurício kembali membawa Palmeiras memimpin pada menit ke-81, namun Fluminense membalikkan keadaan melalui gol Kevin Serna dan sundulan Cano di masa tambahan waktu.

Seusai laga, Abel Ferreira menegaskan bahwa dirinya menyetujui penilaian yang diambil oleh perangkat pertandingan di lapangan terkait insiden Giay.

"Saya belum melihat ulang rekaman pertandingan itu. Apa yang saya lihat di dalam lapangan adalah wasit mengatakan bahwa Giay menyundul bola dan bola itu langsung memantul dari kepala ke tangan. Jika kejadiannya memang seperti itu, saya tegaskan lagi bahwa ini tidak sama seperti pertandingan terakhir.

Jika Carlos Miguel yang menyentuh penyerang, itu penalti; jika penyerang yang menginjak Carlos Miguel, itu bukan penalti. Jika Giay menyentuh bola dengan tangan tanpa menyentuh kepala terlebih dahulu, itu penalti. Jika bola menyentuh kepala terlebih dahulu, itu bukan penalti," ujar Abel Ferreira, Pelatih Palmeiras.

Sementara itu, pendukung Fluminense yang memenuhi tribune stadion menyuarakan kekecewaan mereka secara langsung kepada mantan pemainnya saat memasuki lapangan.

"Ei, Arias, pergi sana," kata Torcida do Fluminense, Pendukung Fluminense.

Arias sendiri sebelumnya sempat memberikan penjelasan mengenai alasannya memilih bergabung dengan Palmeiras demi menjaga peluang tampil di kompetisi tingkat tinggi.

"Tidak ada yang berubah. Fluminense adalah klub yang sangat saya hormati. Saya memiliki sejarah yang sangat besar di sana.

Namun, sepak bola itu dinamis, dan Palmeiras adalah klub yang membuka kesempatan bagi saya, sesuai dengan apa yang saya butuhkan saat ini dalam karier saya. Saya sedang menjalani momen penting dalam karier saya dan memiliki banyak target. Saya ingin kembali menjadi juara, berada di level tertinggi, dan tampil di Piala Dunia ini.

Palmeiras adalah tim yang memberikan jaminan tersebut kepada saya," ujar Jhon Arias, Pemain Palmeiras.

Selanjutnya, Palmeiras akan melakoni laga tandang melawan Cerro Porteño pada leg kedua babak 16 besar Copa Libertadores di Stadion General Pablo Rojas, Asunción, Paraguay, pada Rabu (19/8/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author