Pelatih Rio Ave Menilai Detail Bola Mati Tentukan Kekalahan Timnya
Pelatih Rio Ave Sotiris Silaidopoulos menilai efektivitas lawan dalam memaksimalkan situasi bola mati menjadi pembeda utama saat timnya kalah dari FC Porto dalam laga Liga Portugal.
Silaidopoulos menjelaskan bahwa para pemainnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan lawan dan menciptakan situasi berbahaya pada babak pertama, sebelum stamina tim mulai menurun di paruh kedua pertandingan.
"Itu adalah pertandingan yang bagus dari pihak kami, terutama di babak pertama, di mana kami berada di dalam permainan. Kami menciptakan banyak masalah untuk FC Porto, ada banyak momen di mana kami lebih baik dari FC Porto. FC Porto adalah tim yang lebih baik dalam bola mati, itu bisa saya katakan dengan pasti.
Mereka mencetak gol dari bola mati, sesuatu yang harus kami benahi. Pertandingan ini adalah tentang detail, ketika Anda memiliki kesempatan untuk mencetak gol melawan tim besar, Anda harus memanfaatkannya. Itulah yang tidak kami lakukan, terutama di babak pertama, kemudian kami memulai dengan baik dan sejak menit ke-65 energinya menurun.
Ini tentang detail, tetapi saya puas dengan apa yang saya lihat dari para pemain, mentalitas, usaha, dan yang paling penting ide yang saya inginkan untuk dimainkan para pemain. Mereka berani, menatap mata FC Porto dan itu ada pada detailnya," kata Silaidopoulos.
Juru taktik Rio Ave tersebut juga menyoroti perbedaan kedalaman skuad antara kedua klub yang memengaruhi dinamika permainan pada paruh kedua.
"Saya perlu berpikir untuk mengatakan sesuatu. Ini seperti saya sedang menulis buku dan di sisi lain ada Ernest Hemingway yang sedang menulis buku, jadi Anda tidak bisa membandingkannya. Ini adalah klub besar, ketika Anda memiliki pemain seperti ini di bangku cadangan seperti Inbeom Hwang, seperti semua pemain yang dimiliki FC Porto, ini sepenuhnya berbeda, tidak sama.
Namun bagi kami, sangat positif untuk mulai bermain dengan beberapa pemain muda dari akademi seperti Patrício atau Samuel. Anda selalu mendapatkan sesuatu, Anda selalu kehilangan sesuatu, tetapi kami mencoba mempertahankan aspek-aspek positifnya, memang seperti itu," ujar Silaidopoulos.
Mengenai susunan komposisi tim yang tidak banyak berubah, Silaidopoulos menyebutkan pentingnya stabilitas dan kebutuhan akan tenaga baru.
"Ya, kontinuitas selalu baik, stabilitas selalu baik. Lebih mudah ketika seorang pelatih berada di sini selama dua tahun, ini adalah tahun kedua saya dan para pemain, mereka lebih beradaptasi dengan ide tersebut, mereka tahu apa yang saya inginkan dalam permainan mereka dan juga beradaptasi dengan mentalitas saya. Namun kami juga kehilangan beberapa pemain tahun lalu, kami membutuhkan pemain untuk datang dan memberikan energi yang hilang di babak kedua," kata Silaidopoulos.
Meski timnya tidak mencatatkan pelanggaran pada babak pertama, Silaidopoulos menegaskan filosofi permainan fisik dan keberanian timnya akan terus diterapkan untuk mendulang poin di laga mendatang.
"Bahwa kami adalah tim yang sangat fisik dan kami adalah tim yang bermain secara terbuka. Kami ingin menekan tinggi, memenangkan duel, menjadi berani terlepas dari lawannya. Menjadi tim yang memiliki kepercayaan diri dan keberanian untuk bermain melawan siapa saja.
Itu adalah filosofi saya dan begitulah cara saya ingin mereka bermain, saya tidak pernah memiliki tim yang tidak melakukan itu, dan saya selalu mengatakan bahwa ketika Anda berani, keberuntungan ada bersama Anda. Hari ini tidak terjadi, tetapi saya yakin jika kami terus seperti ini… tim akan mengumpulkan poin. Tentu saja itu adalah sesuatu yang bisa membuat kami puas, tetapi juga sangat krusial bagi kami untuk mendapatkan poin.
Itulah yang ingin kami lakukan mulai pertandingan berikutnya," ujar Silaidopoulos.