Investasi Energi Terbarukan Diprediksi Melonjak Akibat Krisis Pasokan
Sektor energi terbarukan diprediksi akan menarik investasi baru berskala besar seiring meningkatnya kekhawatiran global terhadap keamanan energi dan rantai pasokan. Lonjakan permintaan ini diperkirakan mendorong kenaikan pendapatan di sektor industri bersih tersebut, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (26/5/2026).
Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa peningkatan permintaan dunia akan bahan baku industri energi bersih berpotensi memicu lonjakan harga dalam beberapa tahun ke depan.
Duta Aksi Iklim Singapura, Ravi Menon memberikan pandangannya mengenai situasi ini pada Jumat.
"Anda membutuhkan sinyal harga dan kemudian modal dan investasi akan mengalir ke sektor ini, dan pasokan kemudian akan mulai mengejar ketinggalan. Faktanya, investor cerdas seharusnya sudah berinvestasi di sektor ini sekarang, menyadari bahwa akan ada permintaan dan harga akan naik," kata Ravi Menon, Duta Aksi Iklim.
Mantan Kepala Otoritas Moneter Singapura tersebut menilai dorongan politik global saat ini sudah sejalan dengan agenda transisi hijau demi menghindari krisis energi serupa di masa depan.
"Dorongan politik sejalan dengan agenda energi bersih karena bagaimana cara memastikan Anda tidak terjebak dalam situasi ini lagi?" kata Ravi Menon, Duta Aksi Iklim.
Transisi menuju energi bersih ini berpotensi menaikkan harga di seluruh sektor terkait termasuk bagi konsumen akibat keterbatasan pasokan logam industri serta upaya lokalisasi rantai pasok.
Kendati demikian, pemenuhan pasokan jangka pendek dinilai masih aman berkat produksi massal dari China, meski diversifikasi rantai pasok tetap diperlukan negara-negara lain.
"masalah keamanan energi yang berkaitan dengan energi terbarukan masih jauh dari skala risiko konsentrasi pada bahan bakar fosil," kata Ravi Menon, Duta Aksi Iklim.
Tantangan lain dalam perluasan energi bersih ini adalah adanya risiko beberapa negara besar di Asia yang kembali menggunakan batu bara guna mengatasi kekurangan listrik sejak perang di Iran dimulai pada akhir Februari.