V R Bhagat Hadiri Festival Film Venesia Ke 83 Membawa Flower of Life
Sutradara asal India V R Bhagat dijadwalkan mewakili negaranya dalam ajang Festival Film Internasional Venesia ke-83 lewat karya debut penyutradaraannya yang berjudul Flower of Life.
Diproduseri oleh Mohit Parmar dan Sanjana Parmar di bawah naungan House of Joy Productions, film tersebut dijadwalkan menggelar pemutaran perdana resminya di Venesia pada 8 September 2026.
Film ini menampilkan jajaran pemeran yang dipimpin oleh aktor veteran Piyush Mishra, bersama Bharati Patel, Rhea Sharma, Kunal Pant, Himanshi Parashar, serta Nikhil Malik. Alur ceritanya mengeksplorasi tema cinta, ambisi, kesepian, koneksi antarmanusia, dan harapan.
Pihak penyelenggara Indian Panorama International Film Festival Organisation mempresentasikan karya independen tersebut untuk tampil di panggung internasional Venesia.
Produser Mohit Parmar dan Sanjana Parmar menyatakan bahwa perjalanan karya ini dibangun di atas kepercayaan bersama terhadap jalan cerita serta visi V R Bhagat sebagai seorang pembuat film.
Di sisi lain, ajang tahun ini memicu sorotan terkait keterwakilan perempuan. Dari 20 film yang bertarung memperebutkan penghargaan utama Golden Lion, hanya ada satu sutradara perempuan, yakni May el-Toukhy lewat film Woman Unknown.
Kondisi tersebut mengalami penurunan dibandingkan gelaran tahun 2025 dan 2024 yang masing-masing menghadirkan enam sutradara perempuan dalam kompetisi utama.
Direktur Artistik Festival Alberto Barbera memberikan tanggapan terkait minimnya sutradara perempuan dalam kategori kompetisi utama tahun ini.
"Saya sebenarnya sangat berharap. Saya ingin sekali menemukan lebih banyak film garapan perempuan untuk dimasukkan ke dalam kompetisi. Namun hal itu sama sekali tidak memungkinkan, karena berbagai alasan.
Jumlah film yang dibuat oleh perempuan telah menurun… Dan kualitas dari film yang kami lihat tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam kompetisi," ujar Alberto Barbera, Direktur Artistik Festival Film Venesia.
Ia menambahkan bahwa situasi penurunan ini bersifat sementara dan berharap kondisi tersebut akan membaik pada penyelenggaraan tahun berikutnya.
"Ini adalah situasi negatif sementara. Saya berharap tahun depan akan membaik lagi, kita akan mendapatkan lebih banyak film yang dibuat oleh perempuan dan kualitasnya akan meningkat. Sulit bagi kami untuk memahaminya.
Namun kami berada di akhir rantai yang tidak kami kendalikan. Ada pilihan yang dibuat oleh produser, oleh penyandang dana. Ini masalah anggaran [yang diberikan kepada sutradara perempuan].
Saya sangat menyesali situasi ini tetapi tidak ada yang bisa kami lakukan. Kami tidak ingin memilih kompetisi berdasarkan gender, melainkan berdasarkan kualitas film," kata Alberto Barbera, Direktur Artistik Festival Film Venesia.
Meskipun kompetisi utama didominasi sutradara pria, seksi Orizzonti yang difokuskan bagi pembuat film berkembang justru menampilkan delapan proyek garapan perempuan dari total 19 film yang terdaftar.