Jess Thorup Ubah Gaya Main KRC Genk Jadi Lebih Saling Menyerang
Pelatih KRC Genk Jess Thorup menginstruksikan perubahan gaya permainan timnya untuk lebih menekankan kecepatan, serangan vertikal, dan penetrasi langsung ke area pertahanan lawan pada kompetisi Jupiler Pro League 2026 di Belgia.
Langkah tegas ini diambil menyusul evaluasi performa KRC Genk yang dinilai tampil mengecewakan pada musim sebelumnya. Thorup memutuskan meninggalkan gaya permainan berbasis penguasaan bola lama yang diterapkan mantan pelatih Thorsten Fink.
Menurut Thorup, skuad KRC Genk kerap kehilangan momentum akibat terlalu lama menguasai bola dan memainkan umpan-umpan pendek di area sendiri setelah berhasil merebut bola dari penguasaan lawan.
Mantan pelatih asal Denmark tersebut menekankan bahwa penguasaan bola bukanlah tujuan utama dari skema permainan yang ingin dibangunnya di Limburg.
"Saya merasa bahwa penguasaan bola di sini sudah sangat lama dianggap penting, sehingga para pemain merasa puas hanya dengan memutar bola. Penguasaan bola sama sekali tidak menarik minat saya," kata Thorup dilansir dari Het Belang van Limburg.
Perubahan filosofi ini tidak hanya diterapkan pada tim senior KRC Genk, tetapi juga mulai ditanamkan secara berjenjang ke seluruh kategori umur di akademi klub.
Thorup menjelaskan bahwa banyak juru taktik berpandangan bahwa penguasaan bola yang dominan secara otomatis meningkatkan peluang kemenangan serta membatasi kesempatan lawan untuk menyerang.
"Saya tahu ada banyak pelatih yang beranggapan bahwa peluang menang meningkat saat Anda menguasai bola paling banyak, dengan alasan lawan tidak bisa melakukan apa pun selama Anda memegang bola. Namun saya lebih tertarik pada apa yang kami lakukan saat menguasai bola," ujar Thorup.
Pendekatan taktis baru ini mewajibkan seluruh pemain untuk meminimalkan umpan ke samping dan lebih berani melepaskan umpan terobosan yang membelah garis pertahanan lawan.
target utama Thorup adalah memanfaatkan ruang kosong di belakang barisan bek lawan serta mengalirkan umpan-umpan matang ke dalam kotak penalti secara konsisten.
"Saya ingin bola bergerak lebih cepat ke depan," tutur Thorup.
Ia menyadari bahwa mengubah otomatisasi dan kebiasaan bermain para personel KRC Genk membutuhkan waktu serta proses yang tidak instan.
"Saya ingin tidak terlalu banyak umpan menyamping. Tempo harus ditingkatkan, saya ingin sesegera mungkin menembus garis pertahanan lawan. Menemukan ruang di belakang mereka, membawa bola ke depan gawang. Di sanalah kami harus berada, di sanalah kami bisa mencetak gol," kata Thorup.
Selain perubahan taktis di Genk, jadwal kompetisi Jupiler Pro League juga mengalami penyesuaian. Pro League resmi menggeser laga KAA Gent melawan OH Leuven ke tanggal 3 September 2026 usai Gent lolos ke babak selanjutnya di UEFA Conference League.
Sementara itu, Komite Disiplin Sepak Bola Profesional mengumumkan hukuman skorsing dua pertandingan dan denda 1.500 euro kepada pemain Oud-Heverlee Leuven, Abdoul Karim Traore, akibat pelanggaran keras terhadap Ousou.
Di laga lain, STVV harus puas bermain imbang 3-3 melawan Cercle Brugge setelah kebobolan gol di menit akhir pertandingan.
"Sangat frustrasi, kami pantas mendapat tiga poin. Kami membuang poin-poin penting," kata pemain STVV Sebaoui dilansir dari voetbalkrant.com.
Kekecewaan serupa disampaikan oleh pelatih STVV De Meyer terkait kegagalan timnya mempertahankan keunggulan di menit-menit krusial.
"Dan kemudian di menit terakhir kami kebobolan gol dari tembakan yang datang dari mana saja dan tiba-tiba skor menjadi 3-3. Kami kehilangan fokus, ini sangat beruntung tetapi kami harus mengambil pelajaran dari sini," kata De Meyer.
Di sisi lain, pemain Cercle Brugge Viggo Martens menyambut positif keberhasilan timnya mengamankan satu poin di kandang.
"Kami sangat bahagia, sama seperti saat melawan Standard kami meraih satu poin lagi di fase akhir; Anda bisa melihat bahwa kami tidak pernah menyerah," kata Viggo Martens.
Pelatih Cercle Brugge Friis turut memberikan pujian kepada pemain baru Manneh yang baru didatangkan klub dari Mjällby.
"Dia adalah pemain ofensif, sangat eksplosif, dan menjalani musim yang sangat baik bersama Mjällby. Dia bisa bermain di sayap, di posisi sepuluh, tetapi juga sebagai penyerang. Saya mengikuti liga Swedia dan tahu apa yang bisa dia lakukan. Dia akan memainkan peran penting," kata Friis.
Menjelang pertandingan berikutnya melawan Genk, pelatih KVC Westerlo Issame Charaï berharap dapat menurunkan tiga pemain barunya demi bangkit dari kekalahan laga pembuka.
"Congreve, Ferraro, dan Munz saya harapkan bisa bergabung melawan Genk. Mereka adalah pemain yang dapat memberikan nilai tambah bagi grup," kata Issame Charaï dilansir dari Het Laatste Nieuws.