PT Xacti Indonesia Depok Tutup dan PHK 350 Karyawan

Share

Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menimpa sekitar 350 karyawan PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, seiring dengan penutupan total operasional perusahaan tersebut akibat tekanan ekonomi dan lesunya pasar global, Selasa (26/5/2026).

Kondisi pemutusan hubungan kerja dan penghentian operasional pabrik tersebut dikonfirmasi oleh pihak Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Informasi mengenai situasi industri manufaktur ini dilansir dari Detik Finance.

Manajemen PT Xacti Indonesia dilaporkan memberikan hak-hak kompensasi kepada seluruh pekerja yang terdampak kebijakan penutupan ini sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah ditetapkan.

"Para pekerja yang terkena PHK mendapatkan nilai pesangon sebesar dua kali ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan. Selain itu juga ada penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang telah disepakati bersama," ujar Said Iqbal, Presiden KSPI.

Sektor industri yang berorientasi ekspor dinilai menghadapi tantangan berat akibat ketidakstabilan geopolitik dunia yang memicu lonjakan biaya produksi secara signifikan.

"Perang membuat harga bahan baku impor yang dibeli dengan dolar naik drastis. Ongkos produksi meningkat, sementara pasar ekspor lesu. PT Xacti adalah perusahaan orientasi ekspor, sehingga ketika pasar global melemah, mereka tidak mampu bersaing dan akhirnya tutup," jelas Said Iqbal.

Langkah penutupan operasional ini dipandang sebagai konfirmasi atas proyeksi buruk yang sebelumnya telah diprediksi oleh organisasi serikat pekerja mengenai kondisi pasar kerja.

"Benar, telah terjadi PHK sekitar 350 orang karyawan PT Xacti di Depok dan perusahaan tersebut tutup. Ini membuktikan bahwa apa yang disampaikan KSPI sebelumnya bukan ngarang atau menakut-nakuti. Informasi ini berasal dari bawah, dari perusahaan-perusahaan sendiri, dan sekarang mulai terjadi," kata Said Iqbal.

Merespons situasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan sedang melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil di perusahaan kedepannya.

"Ya sama juga, nanti saya dengar, saya belum ini… saya tunggu dari pak Wamen dulu deh," ujar Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan.

Pemerintah menyatakan bahwa upaya mitigasi dampak pelemahan kurs mata uang dan dinamika industri terus dirumuskan melalui sinergi kebijakan antarkementerian.

"Jadi kalau teman-teman lihat kan sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan ya. Kemarin ada isu terkait dengan keterbatasan gas, keterbatasan apa lupa saya, maka kemudian solusinya adalah relaksasi terkait dengan pajak dan seterusnya," ujar Yassierli.

Pemantauan terhadap berbagai sektor industri strategis nasional yang rentan mengalami gejolak ekonomi terus dijalankan secara terpadu.

"Jadi kita lintas kementerian kita satu tim, termasuk ada isu apakah itu di tambang dan macam-macam, kita satu tim kita terus monitor ya," sambung Yassierli.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author