Dugaan Pelecehan Turis China di Lovina Bali Berakhir Damai

Share

Aksi dugaan pelecehan seksual menimpa seorang wisatawan asal China saat sedang berlibur di kawasan Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Bali. Peristiwa yang dialami turis wanita bernama Aurosa ini mendadak tular di media sosial setelah diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @aurosa_a, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Insiden tersebut bermula ketika korban sedang merekam video peragaan busana di tepi pantai. Seorang warga lokal berinisial WS alias Nane mendatangi korban. Pria yang mengenakan kalung peluit itu mulanya bersikap ramah dengan menyapa serta mengajak bersalaman.

Namun, proses jabat tangan tersebut berlangsung cukup lama dan memicu kecurigaan korban. Aurosa baru menyadari bahwa pelaku sengaja mengarahkan tangannya untuk menyentuh area sensitif pria tersebut.

"Kenapa kamu berjabat tangan selama itu? Aku nggak tahu sebenarnya kamu mau melakukan apa. Sampai akhirnya aku sadar, ternyata sudah terlambat," kata Aurosa.

Akibat kejadian tidak menyenangkan itu, korban mengaku menangis sepanjang perjalanan menuju tempat penginapan dan mengalami trauma.

Pemerintah Desa Kalibukbuk langsung menindaklanjuti laporan tersebut setelah menerima informasi dari kalangan nelayan setempat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/8/2026), tetapi pihak desa baru mengetahuinya sehari setelah kejadian.

Pihak pemerintah desa kemudian memanggil Nane pada hari Senin untuk dimintai keterangan. Perbekel Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan warga setempat yang kerap beraktivitas di kawasan wisata tersebut.

"Kejadiannya Sabtu, kebetulan Minggu baru tahu. Dapat laporan dari nelayan, kemudian Senin kita panggil dan kita selesaikan," ujar Perbekel Desa Kalibukbuk I Ketut Suka.

Suka menjelaskan bahwa pelaku merupakan warga Kalibukbuk yang sebelumnya tinggal di Kampung Anyar. Nane sering terlihat melintas di sekitar kawasan jalan raya menggunakan sepeda motor matik berwarna merah.

"Dia sebetulnya warga Kalibukbuk, tapi dulunya orang Kampung Anyar. Sering kelihatan mondar-mandir di jalan, kadang naik Scoopy merah," katanya.

Berdasarkan keterangan para nelayan, Nane diduga mengintai dan mendekati korban seusai wisatawan tersebut selesai mengikuti aktivitas melihat lumba-lumba di laut. Pelaku kemudian berjalan menyusuri pantai ke arah utara hingga mendekati area sebelum Hotel Starlight untuk menghampiri korban.

"Katanya pagi, menurut nelayan, sehabis lihat tamu dolphin dia jalan ke utara, sebelum Hotel Starlight ketemu tamu China," jelasnya.

Proses pemanggilan terduga pelaku oleh Pemerintah Desa Kalibukbuk telah dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan bersama pihak terkait.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author