Buruh Pasar Legi Solo Kaget Upah Kupas Bawang Disebut Rp 700 Ribu

Share

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait upah buruh pengupas bawang sebesar Rp 700.000 per kilogram memicu keheranan para pekerja harian di Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2026).

Nominal yang disampaikan Presiden Prabowo saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada Jumat (14/8/2026) tersebut dinilai tidak sesuai dengan realitas pendapatan buruh di lapangan.

Prabowo sebelumnya mengenalkan seorang penerima bantuan sosial bernama Susanah dari Kabupaten Bogor dan menyebut upah harian mengupas bawang wanita tersebut mencapai Rp 700.000 per kilogram.

"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo mengutip dari Kompas TV, Sabtu (15/8/2026).

Para pekerja pengupas bawang di Pasar Legi Solo langsung menanggapi kekeliruan data nominal upah yang disampaikan dalam pidato kenegaraan tersebut.

Siti Amirah (72), seorang buruh pengupas bawang yang telah bekerja lebih dari 20 tahun di Pasar Legi, mengaku sangat terkejut dengan pernyataan tersebut.

"Kaget kok bisa segitu. Nggak mungkin. Lha kira-kira bathine (untungnya) berapa kalau upahnya segitu. Itu keliru (upah Rp 700.000 per kg)," ujar Siti saat ditemui Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).

Siti menjelaskan bahwa upah pengupasan bawang putih di Pasar Legi hanya berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 10.000 tergantung pada prosesnya. Untuk pemisahan kulit awal, buruh mendapat Rp 10.000 per karung berisi 20 kilogram, sedangkan pengupasan bersih dihargai Rp 2.000 per kilogram.

"Biasane bisa kupas tiga karung sehari ya Rp 10.000 kali tiga, Rp 30.000 upahnya. Tapi kadang ya satu karungnya nggak penuh. Paling banter ya tiga karung nggak pernah lebih, kuatnya segitu," ujarnya.

Kalkulasi upah Rp 700.000 per kilogram dinilai Siti sama sekali tidak masuk akal jika dibandingkan dengan keuntungan penjualan bawang yang didapatkan pedagang.

"Itu tidak sesuai dengan yang dibicarakan, tidak sepadan. Ndak tahu angka dari mana. Yang pasti, segitu kurang lebih 20 kg Rp 10.000.

Jadi, hitungannya 20 kg itu kotor. Ya ndak masuk akal (upah Rp 700.000)," ujarnya.

Selain bawang putih, proses pengerjaan bawang merah di pasar tersebut juga tidak memerlukan pemotongan, melainkan hanya ditampi dengan besaran upah yang tidak pasti dari pemilik barang.

"Bawang merah itu belinya karungan (dari pengepul) itu cuma ditapeke (menampi) ndak motong. Upahnya tergantung yang ngasih. Kalau ngasih tega, ya sekian, nggak pasti," jelasnya.

Ketidakpastian jam kerja membuat penghasilan harian para buruh pengupas bawang berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per hari.

"Berangkatnya ya semampunya. Jadi, enggak bisa ditentukan. Liburnya kalau Minggu.

Upahnya ya bergantung semampunya ngupas berapa. Kalau bekerja sehari ya sekian, nek ndak sehari ya sekian, kadang ya dapet upahnya Rp 20.000 sehari," ujarnya.

Nilai Rp 700.000 menurut Siti hanya akan terasa masuk akal jika dihitung sebagai akumulasi pendapatan buruh selama satu bulan penuh.

"Kalau upahnya Rp 700.000 per kg ya pilih buruh terus," katanya.

Tanggapan serupa disampaikan oleh Tini (67), salah satu pedagang bawang di Pasar Legi Kota Solo.

Tini menegaskan bahwa perhitungan upah Rp 700.000 per kilogram akan membuat usaha pedagang bawang gulung tikar karena tidak sebanding dengan harga beli bahan baku.

"Kalau sekilonya (upahnya) Rp 700.000 pilih jadi buruh dari pada pedagang. Kalau di sini, di Solo, Pasar Legi itu ya Rp 10.000 per sak 20 kg," ujar Tini saat ditemui Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).

Modal pembelian satu karung bawang putih dari pengepul berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 600.000, sehingga upah buruh tidak mungkin melebihi harga komoditas itu sendiri.

"Kulakan Rp 500.000 satu karung. Ya, Rp 600.000. (Kalau Rp 700.000 per kg dikali 20 kg) nggak masuk akal," ujarnya.

Saat ini Tini hanya sanggup mempekerjakan satu orang buruh akibat tingginya harga jual bawang di pasaran.

"Ini satu (buruh) aja sulit ngasih upah. Ini juga mocok bantu tetangga. Ini harga bawang putihnya kalau yang dikupas bonggolnya Rp 30.000 per kg, yang bersih Rp 32.000 per kg.

Bawang merah Rp 27.000 per kg. Upah Rp 700.000 per kg, pilih buruh saja," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Pasar Legi Prabowo upah buruh
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author