Pemprov Jateng Layani 128 Ribu Warga Lewat Dokter Spesialis Keliling

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada 128.109 warga di 1.378 desa hingga 13 Agustus 2026. Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) ini dihadirkan untuk mendekatkan layanan medis spesialis ke wilayah pelosok.

Seperti dilansir dari Detikcom, program jemput bola yang bergulir sejak Maret 2025 tersebut telah terlaksana sebanyak 1.553 kali di 465 kecamatan yang tersebar pada 35 kabupaten dan kota.

Speling memfokuskan lima layanan utama, meliputi skrining tuberkulosis, pemeriksaan kanker serviks, kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, dan pelayanan balita untuk percepatan penurunan stunting.

Hingga awal Agustus 2026, pemeriksaan antenatal care menjangkau 15.848 ibu hamil. Skrining tuberkulosis mendeteksi 53.463 warga, kesehatan mental diikuti 37.605 warga, dan pemeriksaan kanker serviks menjangkau 5.915 perempuan.

Pemprov Jawa Tengah mengintegrasikan Speling dengan Program Cek Kesehatan Gratis nasional. Integrasi ini membawa Jawa Tengah mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dengan 14.248.868 peserta sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penanganan kemiskinan di perdesaan.

"Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis, bisa periksa kesehatan ke dokter spesialis, anaknya yang stunting juga ditangani, termasuk kesehatan jiwa dan sebagainya," terang Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menjelaskan bahwa seluruh temuan penyakit di lapangan akan ditindaklanjuti secara berkesinambungan melalui rujukan medis dan pendampingan.

"Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik," tegas Zulfachmi Wahab, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Manfaat pemeriksaan gratis ini dirasakan langsung oleh Retno, warga Desa Kapulogo, Wonosobo, yang sebelumnya terkendala jarak 36 kilometer menuju rumah sakit untuk mengobati gangguan pembekuan darah otak anaknya.

"Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi," tutur Retno, warga Desa Kapulogo, Kabupaten Wonosobo.

Dampak serupa dialami Jamsari, penderita diabetes selama 15 tahun di Desa Pidodo Kulon, Kendal, yang sempat menghentikan kontrol rutin akibat kendala biaya pemeriksaan.

"Sekali kontrol sekitar Rp450 ribu. Saya kira sudah sembuh, ternyata kaki sampai luka karena efek gula," ujar Jamsari, warga Desa Pidodo Kulon, Kabupaten Kendal.

Selain penyakit fisik, program Speling turut memberikan layanan kesehatan jiwa yang dimanfaatkan oleh kalangan pelajar di wilayah Banyumas.

"Alhamdulillah setelah berkonsultasi jadi lebih ada gambaran. Saya berharap program ini bisa dilaksanakan lagi," kata Feni Anindya, siswi SMA Negeri 2 Purwokerto.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pelaksanaan Speling mampu menjangkau hingga 284 ribu warga di seluruh kabupaten dan kota sampai akhir tahun 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author