Harga Emas Antam Naik Rp11.000 Menjadi Rp2.675.000 Per Gram

Share

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat Rp11.000 menjadi Rp2.675.000 per gram di Butik Emas Logam Mulia Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kenaikan tersebut mencatatkan pemulihan nilai komoditas ini setelah sebelumnya diperdagangkan di posisi Rp2.664.000 per gram pada Jumat (14/8). Sejalan dengan harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.525.000 per gram.

Daftar Harga Emas Batangan Antam (15 Agustus 2026)
Ukuran (gram) Harga Jual (Rp)
0,5 1.387.500
1 2.675.000
2 5.290.000
3 7.910.000
5 13.150.000
10 26.245.000
25 65.487.000
50 130.895.000
100 261.712.000
250 654.015.000
500 1.307.820.000
1.000 2.615.600.000

Secara historis, pergerakan harga emas Antam saat ini masih lebih rendah Rp15.000 per gram jika dibandingkan dengan posisi pekan lalu pada 8 Agustus 2026 di angka Rp2.690.000. Komoditas ini juga sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 lalu, saat harga jualnya menembus Rp3.168.000 per gram dengan buyback di level Rp2.989.000 per gram.

Berdasarkan regulasi perpajakan yang berlaku, pembelian emas batangan Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pemegang NPWP dan 0,5 persen untuk non-NPWP. Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Selain di Butik Antam, kenaikan harga emas batangan juga tercatat pada kanal penjualan Pegadaian untuk berbagai merek cetakan. Emas cetakan Galeri24 naik dari Rp2.665.000 menjadi Rp2.677.000 per gram, cetakan UBS naik dari Rp2.724.000 menjadi Rp2.736.000 per gram, serta cetakan Antam di Pegadaian bergerak ke posisi Rp2.782.000 per gram.

Penguatan harga emas di pasar domestik berbanding lurus dengan tren di pasar global. Harga emas spot naik 0,7 persen ke level US$4.379,39 per ounce, sedangkan emas berjangka AS terangkat 0,4 persen menjadi US$4.437,30 per ounce akibat penurunan indeks dolar AS sebesar 0,4 persen.

Pasar keuangan merespons rilis data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen pada pertemuan mendatang.

"Indeks dolar AS yang lebih rendah merupakan pasar eksternal yang mendukung dan membantu harga emas hari ini," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange.

Ekspektasi penahanan suku bunga acuan dinilai memberikan dorongan positif bagi pergerakan emas karena aset tersebut tidak menghasilkan imbal hasil tetap.

"Karena kami memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, harga emas masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Di samping faktor kebijakan moneter, eskalasi ketegangan geopolitik yang mengganggu jalur pelayaran Selat Hormuz turut memicu lonjakan harga energi dunia.

"Jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan menjadi elemen bearish bagi pasar logam karena dapat mendorong inflasi dan membuat bank sentral menaikkan suku bunga," ujar Wyckoff.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: antam harga emas Logam Mulia
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author