Kazakhstan Perluas Jaringan Rel Kereta Api Akibat Konflik Iran

Share

Operator kereta api nasional Kazakhstan gencar memperluas jaringan rel dan infrastruktur demi memenuhi lonjakan permintaan pengiriman barang antara China dan Eropa pada Selasa (26/5/2026).

Langkah strategis tersebut diambil seiring bergesernya arus perdagangan global akibat berkecamuknya perang Iran, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Situasi panas di sekitar Selat Hormuz serta eskalasi militer di Timur Tengah telah memicu lonjakan volume logistik di jalur darat global.

"Para klien dari China kini jauh lebih tertarik menggunakan pengiriman jalur darat dibandingkan jalur laut karena faktor keandalan dan waktu pengiriman yang lebih dapat diprediksi," ujar Talgat Aldybergenov, CEO Kazakhstan Temir Zholy (KTZ).

Perubahan rute perdagangan ini semakin menegaskan pentingnya Koridor Tengah, sebuah rute kereta api Trans-Kaspia sepanjang lebih dari 4.250 kilometer yang menghubungkan China dan Eropa melewati Kazakhstan, Azerbaijan, Georgia, dan Turki.

Volume kargo yang melewati Koridor Tengah dilaporkan telah melonjak hingga sekitar sepuluh kali lipat sejak Rusia mengirimkan pasukannya ke Ukraina pada tahun 2022 berdasarkan data lembaga investasi Inggris, Abrdn Investments Ltd.

KTZ memperkirakan total investasi pengembangan infrastruktur mencapai US$10 miliar hingga 2030, dengan separuhnya telah direalisasikan tahun ini melalui pembangunan 900 kilometer jalur kereta termasuk jalur baru Ayagoz-Bakhty sepanjang 300 kilometer menuju China.

Kapasitas angkutan rel antara Kazakhstan dan China diproyeksikan naik dari 55 million ton saat ini menjadi 100 juta ton pada 2030, di mana pada kuartal pertama tahun ini jalur tersebut telah menangani 173 kereta kontainer.

KTZ menargetkan operasional hingga 600 kereta sepanjang tahun ini dan berencana melakukan pencatatan saham di London atau Hong Kong paling cepat tahun ini.

Untuk mengatasi hambatan di Laut Kaspia akibat kekurangan kapal, KTZ menggelontorkan lebih dari US$100 juta untuk membeli enam kapal dari Jiangsu Hantong Group dan Baku Shipyard yang akan dikirim mulai tahun depan.

Perusahaan juga menggandeng China Railway Container Transport Corp serta menandatangani kontrak jangka panjang pengadaan lokomotif dengan Wabtec, Alstom, dan perusahaan China guna memperluas kapasitas rel.

KTZ yang telah mengakuisisi terminal di pelabuhan Xi’an pada 2020 kini sedang berdiskusi untuk mengambil alih terminal kontainer di Rumania, Hungaria, dan Jerman, serta menjajaki proyek bersama di Provinsi Chengdu.

Ekspansi ke sektor kargo udara juga sedang disiapkan dengan rencana pembelian pesawat kargo pertama sebelum akhir tahun ini.

Di sisi lain, Kazakhstan tetap melayani jalur North-South yang menghubungkan Rusia dan Iran meskipun lalu lintasnya belakangan menurun.

Sebaliknya, lalu lintas kontainer antara China dan Iran melalui Kazakhstan mencatat peningkatan lebih dari empat kali lipat pada 2025 menjadi sekitar 4.600 kontainer dan diperkirakan terus bertumbuh tahun ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author