Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun per Juni 2026
Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah Indonesia per Juni 2026 menembus rekor baru sebesar Rp10.293,69 triliun atau setara 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 3,7 persen dibandingkan posisi Maret 2026 yang tercatat sebesar Rp9.920,42 triliun.
Lonjakan ini melanjutkan tren peningkatan utang sejak Maret 2025 yang kala itu menyentuh Rp9.057,96 triliun, di tengah rencana kenaikan target pertumbuhan ekonomi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 sebesar 6 persen dari target 2026 sebesar 5,4 persen, sebagaimana dilansir dari Kontan, Tempo, Kaldera News, dan Warta Ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah masih terus memantau pergerakan utang hingga penutupan tahun anggaran 2026, mengingat rasio batas aman undang-undang maksimal 60 persen terhadap PDB.
"Belum kan berakhir tahunnya. Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya akan bisa turun lagi sedikit," ujar Purbaya pada Rabu (12/8/2026).
Guna menahan laju pembengkakan utang, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah teknis seperti membatasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di bawah ambang batas 3 persen serta membenahi operasional penagihan pajak tanpa menaikkan tarif.
"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat," kata Purbaya.
Menteri Keuangan juga menegaskan komitmen penataan pengelolaan penerimaan negara dari sektor perpajakan tersebut.
"Kita akan efektifkan tax collection kita, bukan naikin pajak ya. Tapi kita bersihkan cara kita beroperasi menggunakan pajak," jelas Purbaya.
Sementara itu, pegiat media sosial Yusuf Dumdum melayangkan kritik terhadap gaya komunikasi pemerintah dan menyoroti penumpukan utang negara yang menembus belasan ribu triliun rupiah.
"Pengen tahu apa komentar fans Purbaya melihat ini? Sejak awal sudah dibilang sama aja. Sekarang malah lebih gila dan buruk! Tapi salut sih, gimmick Purbaya sukses bikin fansnya jadi buta dan tuli," kata Yusuf pada Kamis (14/8/2026).
| Indikator Fiskal | Capaian Per Juni 2026 | Catatan Keprihatinan |
|---|---|---|
| Total Utang Pemerintah | > Rp10.000 Triliun | Rekor nominal tertinggi dalam sejarah APBN |
| Rasio Utang terhadap PDB | ~41% | Makin mendekati separuh dari total output ekonomi |
| Target Defisit APBN | Ditahan < 3% | Rentan terlampaui jika penerimaan negara meleset |