Trump Perintahkan Penggantian Sistem Peluncur Jet Kapal Induk AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk mengganti sistem peluncuran jet tempur canggih pada kapal induk masa depan dengan teknologi pelontar uap dan hidrolik versi lama. Kebijakan tersebut diumumkan melalui memorandum kepresidenan keamanan nasional pada Sabtu (15/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Instruksi ini diterbitkan guna mengatasi masalah jangka panjang dalam program pembuatan serta perbaikan kapal Angkatan Laut AS, sekaligus memulihkan kapasitas industri maritim. Kemunduran basis industri dinilai Trump telah membuat proses perbaikan kapal perang menjadi lambat dan berbiaya mahal.
Perintah terbaru tersebut mewajibkan penyusunan rencana penggantian Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS) dan Lift Senjata Canggih pada kapal induk mendatang. Kapal induk keempat dari kelas Gerald R Ford, USS Doris Miller, menjadi armada pertama yang terdampak dan dijadwalkan selesai pada 2034.
Pengalihan kembali ke teknologi uap ini diperkirakan menelan biaya hingga miliaran dolar Amerika Serikat menurut laporan Wall Street Journal. Selain itu, pengoperasian serta perawatan sistem uap membutuhkan jumlah personel yang lebih banyak.
Pihak penyedia teknologi pelontar elektromagnetik untuk USS Doris Miller memberikan tanggapan resmi mengenai perubahan kebijakan pemerintah tersebut.
"Perlu dipertimbangkan kembali secara cermat," kata General Atomics, perusahaan yang memenangkan kontrak pembuatan sistem pelontar elektromagnetik untuk USS Doris Miller.
Kritik tajam turut dilayangkan oleh pihak legislatif Amerika Serikat terhadap keputusan pembatalan teknologi canggih kapal induk tersebut.
"Saya sudah ratusan kali lepas landas dari geladak kapal-kapal induk, memiliki gelar Master di bidang teknik penerbangan, dan merupakan seorang pilot uji coba, namun saya tidak akan mendikte Angkatan Laut mengenai cara merancang sistem tertentu pada kapal-kapal mereka," kata Mary Kelly, Senator AS Arizona dari Partai Demokrat.
Penolakan Trump terhadap teknologi pelontar elektromagnetik telah berlangsung sejak 2017 karena dinilai kurang bertenaga dibanding pelontar uap. Di sisi lain, negara rival seperti China dan Prancis justru mulai mengadopsi sistem pelontar elektromagnetik pada kapal induk terbaru mereka.