Presiden Prabowo Dorong Bursa Komoditas Strategis Operasi 2027 di Indonesia

Share

Pemerintah Indonesia menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis resmi beroperasi pada 1 Januari 2027 sebagai upaya mengakhiri dominasi penetapan harga komoditas nasional oleh bursa luar negeri, kata Presiden RI Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Jakarta.

Target ini merupakan bagian dari kemandirian ekonomi nasional yang diupayakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dilansir dari Detik Finance.

Indonesia, sebagai salah satu produsen terbesar dunia komoditas seperti nikel, timah, batu bara, emas, kelapa sawit, hingga kopi, selama ini sering dirugikan karena harga produknya ditentukan di luar negeri, ujar Prabowo.

"Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar untuk komoditas-komoditas penting dunia. Tetapi terlalu sering harga kekayaan kita yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru harganya ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas negara lain," ujar Prabowo.

Prabowo menilai mekanisme pasar global tidak adil bagi negara penghasil. "Masa mereka yang tidak punya komoditas ini menentukan berapa harga komoditas itu? Ini tidak masuk akal," tegasnya.

"Kita yang punya barang, orang lain yang menentukan harganya," lanjutnya.

Pemerintah berencana menciptakan Indonesia Reference Price (Harga Referensi Indonesia) melalui bursa yang diawasi OJK, untuk menciptakan pasar yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya para pelaku industri global.

"Kita ingin membangun pasar yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya dunia. Produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor akan bertemu dalam satu sistem yang diawasi, dengan data transaksi yang lebih terang dan ruang penipuan yang semakin sempit," kata Prabowo.

Selain fokus pada komoditas, Prabowo juga mendukung reformasi pasar modal melalui agenda demutualisasi, yang bertujuan membawa pasar keuangan Indonesia ke standar internasional dan memberikan akses modal yang adil bagi startup serta UMKM lokal.

"Soal kesempatan perusahaan rintisan, startup, pengusaha-pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, menambah modal agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya. Minta izin," ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, dengan hadirnya bursa komoditas strategis dan pasar modal yang kredibel, Indonesia akan berhenti menjadi negara yang hanya menggali komoditas tanpa mengendalikan harga dan keuntungan.

"Indonesia akan berhenti menjadi tempat komoditas digali tetapi harga dan keuntungannya ditentukan oleh negara lain. Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia, kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bursa komoditas ekonomi OJK
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author