Pemerintah Gontor Paket Stimulus Ekonomi Sebesar Rp7,85 Triliun

Share

Pemerintah Indonesia mengucurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp7,85 triliun untuk periode semester II tahun 2026 guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan ini mencakup kelanjutan stimulus terdahulu serta insentif baru berupa diskon tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi para penulis sebesar 1,5 persen.

Pengumuman insentif baru bagi pekerja kreatif tersebut disampaikan langsung oleh pihak eksekutif pada hari Selasa, 26 Mei 2026, di Jakarta. Langkah ini merubah ketentuan lama yang membebankan tarif PPh Pasal 23 sebesar 6 persen dari jumlah penghasilan bruto bagi royalti penulis.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyatakan bahwa keputusan mengenai insentif perpajakan bagi industri literasi tersebut telah resmi disepakati oleh jajaran pemerintahan.

"Tentu yang terkait dengan perpajakan bagi penulis, tadi kami sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis diberikan PPh final sebesar 1,5%," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga kepada wartawan di kantornya, Selasa (26/5/2026).

Selain sektor perpajakan penulis, paket stimulus semester kedua ini juga menggelontorkan dana senilai Rp472,2 miliar untuk insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) tiket pesawat domestik. Program subsidi transportasi udara ini ditargetkan menyasar sebanyak 2,3 juta penumpang.

"Untuk periode Natal dan Tahun Baru, pemberian insentif PPN DTP tercatat mencapai Rp772 miliar," ujar Airlangga.

Pemerintah kemudian merinci alokasi subsidi untuk moda transportasi darat dan penyeberangan laut selama masa libur sekolah sebesar Rp190 miliar dengan target 3,07 juta penerima. Sementara untuk masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027, anggaran transportasi disiapkan sebesar Rp161,4 miliar bagi 2,87 juta orang.

Sektor ketenagakerjaan juga turut mendapatkan porsi anggaran melalui pembukaan program magang nasional angkatan keempat dengan kuota 150.000 orang serta program vokasi nasional.

"Kemudian juga program vokasi nasional itu ditargetkan untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang ter-PHK dengan anggaran Rp2,12 triliun. Jadi itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus semester kedua," tutur dia.

Secara keseluruhan, pembiayaan program magang nasional tersebut memerlukan dana APBN mencapai Rp4,14 triliun. Pemerintah mengonfirmasi bahwa akumulasi seluruh stimulus pada paruh kedua tahun ini diarahkan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author