Emmanuel Macron Menuai Kecaman Usai Foto Jet Ski Jadi Sampul Majalah
Aksi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengendarai jet ski saat berlibur di pantai Riviera menuai kecaman keras dari kubu oposisi. Penampilan Macron sebagai sampul majalah majalah Paris Match dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat yang tengah menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan pada Sabtu (15/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Kritik tajam bermula saat majalah Paris Match menampilkan foto Macron mengenakan rompi pelampung dan bergaya sporty di Fort de Bregancon, lokasi peristirahatan resmi kepresidenan. Majalah tersebut memberi judul "Musim panas terakhir memegang kendali", yang merujuk pada masa jabatan keduanya yang akan berakhir tahun depan, sambil memuat deretan foto olahraga air sang presiden di tengah ancaman gelombang panas ekstrem.
Menanggapi gelombang kritik yang menyasar sang kepala negara, pihak istana menyatakan bahwa publikasi tersebut di luar kendali mereka.
<"Foto-foto presiden yang diambil tanpa izin, muncul setiap tahun selama sembilan tahun terakhir," kata staf kepresidenan yang enggan disebut namanya itu.
Sikap Macron memicu kemarahan dari para pemimpin partai politik oposisi sayap kiri. Pemimpin Partai Hijau, Marine Tondelier, menilai aksi presiden sangat bertolak belakang dengan situasi krisis lingkungan yang dialami warga.
"Musim panas apokaliptik," kata Marine Tondelier, sementara "presiden kita justru menikmati liputan promosi mengenai liburannya".
Tondelier secara tegas membandingkan pose santai Macron di media massa dengan penderitaan publik akibat bencana iklim beruntun.
"Kematian akibat lima gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan yang parah," kata Tondelier.
Kecaman senada disampaikan oleh Pemimpin Partai Sosialis, Olivier Faure, yang menganggap tindakan kepala negara mengirimkan sinyal keliru kepada masyarakat luas.
"Di tengah gelombang panas, saat Prancis dilanda kebakaran dan banyak rakyat Prancis tidak bisa berlibur, presiden justru bersenang-senang bermain jet ski di Bregancon," kata Faure dalam kritikannya untuk Macron.
Kritik juga datang dari Senator Partai Komunis, Pierre Ouzoulias, yang menganggap foto-foto liburan tersebut sangat tidak pantas dipamerkan dalam kondisi prihatin.
"Berada di atas truk pemadam kebakaran, membantu petugas memadamkan api," kata Pierre Ouzoulias.
Ouzoulias menegaskan bahwa kehadiran presiden di lokasi bencana jauh lebih dibutuhkan daripada memamerkan kegiatan rekreasi.
"Di situlah seharusnya dia berada," ucap Ouzoulias.
Menurut Ouzoulias, publikasi aktivitas liburan tersebut sama sekali tidak mencerminkan empati terhadap kecemasan masyarakat.
"Setelah musim panas yang kita alami, menampilkan presiden sedang berlibur, menurut pandangan saya, tidak sebanding dengan tingkat kekhawatiran yang dirasakan masyarakat luas," sebutnya.
Di sisi lain, majalah Paris Match dalam ulasannya menjelaskan bahwa agenda liburan Macron tetap diimbangi dengan urusan pemerintahan. Pihak majalah menyebutkan sebuah kantor telah disiapkan di lokasi peristirahatan dan sang presiden tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan melalui sambungan telepon sepanjang hari.