Sesar Naik Flores Picu Gempa M 7,7 dan Timbun Tiga Warga NTT

Share

Aktivitas Sesar Naik Busur Belakang atau Flores Back Arc Thrust memicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang merusakkan permukiman warga hingga merenggut korban jiwa di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Peristiwa bencana di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur menyebabkan tiga orang dalam satu keluarga meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan rumah yang roboh.

"Ibu dan dua anak meninggal," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri.

Proses evakuasi oleh warga sekitar terekam dalam video yang memperlihatkan kondisi korban tertimbun reruntuhan. Selain di Manggarai Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat dampak gempa di Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, melipatgandakan daftar korban dengan dua orang meninggal dunia serta satu lainnya mengalami luka-luka.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan kemunculan 44 kali gempa susulan di wilayah NTT hingga pukul 08.45 WITA. Struktur patahan aktif yang melintas di dasar laut dari utara Flores hingga Laut Utara Lombok menjadi pemicu utama pelepasan energi tektonik tersebut.

"Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut back arc thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana. Hari ini rilis 7,7, ini mudah-mudahan tidak terjadi potensi yang maksimalnya," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Tekanan kompresi pada kerak bumi di kawasan Flores mendorong sebagian lapisan terangkat ke atas permukaan. Catatan sejarah BMKG menunjukkan kawasan ini pernah dihantam gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,5 pada tahun 1992.

"Jadi, dari sejarah yang ada itu pernah terjadi tahun 1992, kemarin itu 7,5, ini juga sangat luar biasa peristiwanya waktu itu. Jadi, ini sudah hampir 30 tahun terjadi lagi," ujar Wijayanto.

Kawasan kepulauan Flores memuat kompleksitas tektonik tinggi karena diapit zona subduksi lempeng Indo-Australia di sisi selatan serta Flores Back Arc Thrust di bagian utara. Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Amien Widodo, menerangkan bahwa posisi patahan naik Flores tidak terpusat di satu titik.

Pergerakan lempeng tektonik yang terus bergeser ke utara memicu gempa susulan dapat terjadi berulang kali pada segmen patahan yang berbeda. Pihak BMKG terus memantau pergerakan muka air laut dan aktivitas seismik di seluruh stasiun pemantauan kawasan Nusa Tenggara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author