Saham BBCA Menguat ke Rp5.975 pada Perdagangan Sesi Pertama
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 25 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp5.975 per lembar pada sesi pertama perdagangan Rabu (20/5/2026). Pergerakan positif di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terjadi setelah saham perseroan mengalami tekanan jual signifikan pada hari sebelumnya.
Data pasar BEI hingga pukul 10.35 WIB menunjukkan saham BBCA sempat menyentuh harga tertinggi di Rp6.100 per lembar setelah dibuka pada level Rp5.975 pagi tadi. Volume perdagangan emiten tersebut telah mencapai 61,04 juta lembar saham dengan nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp729,2 triliun.
Dilansir dari PortalMadura.com, pembalikan arah saham ini didorong oleh publikasi laporan keuangan kuartalan perseroan yang solid. Bank BCA membukukan laba bersih bank-only sebesar Rp20,8 triliun sepanjang empat bulan pertama tahun ini, atau tumbuh 3 persen secara tahunan.
Realisasi keuntungan tersebut dinilai sejalan dengan estimasi analis karena telah memenuhi sekitar 34 persen dari total proyeksi target sepanjang tahun. Di sisi lain, pertumbuhan penyaluran kredit dilaporkan melambat di posisi 5 persen secara tahunan per April 2026, di bawah proyeksi awal manajemen sebesar 8 hingga 10 persen.
Perseroan mampu mengimbangi perlambatan kredit tersebut melalui efisiensi struktur biaya. Langkah penurunan biaya kredit menjadi 0,3 persen dipicu oleh strategi pembalikan provisi yang dilakukan oleh manajemen pada April kemarin.