Gempa M 7,7 Nagekeo Pemicu Tsunami Kecil Terdeteksi di Sikka dan Labuan Bajo
Tsunami setinggi hingga 0,36 meter terdeteksi di Labuan Bajo pascamusibah gempa bumi magnitudo 7,7 yang menguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan dangkal berkedalaman 10 hingga 15 kilometer tersebut berpusat di koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, atau 38 kilometer timur laut Mbay.
Selain Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, rekaman air laut pasang akibat aktivitas tektonik ini tercatat melanda wilayah Sikka setinggi 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB serta Dompu setinggi 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.
Dampak peringatan dini tsunami turut menjangkau wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara, dengan area pemantauan spesifik di Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende bagian utara, dan Kepulauan Selayar.
Guncangan lindu felt sangat kuat selama dua menit hingga ke Kota Makassar dan memicu warga di Kepulauan Selayar berhamburan keluar rumah saat gempa berlangsung.
"Tsunami akibat gempa Mag:7.7SR, telah terdeteksi di SIKKA (05:03 WIB) 0,19 m, LABUAN BAJO (05:26 WIB) 0,36 m, DOMPU (05:29 WIB) 0,17 m," tulis BMKG melalui akun X-nya, Sabtu (15/8/2026).
Getaran yang meluas ke pesisir Sulawesi Selatan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat saat beraktivitas di pagi hari.
"Barusannya saya rasa gempa di Makassar, 2 menit," ujar Tila kepada detiksulsel.
Kepanikan serupa dialami warga Kepulauan Selayar yang merasakan guncangan hebat di pemukiman mereka.
"Terasa tadi kuat jam 06.04 WITA, saya lagi mengaji terasa kuat sekali di atas rumah, saya lari turun," ujar Fatmawati.
Potensi ancaman gelombang laut juga sempat disampaikan secara resmi melalui kanal pemantauan bencana nasional.
"Berpotensi tsunami di wilayah NTB, NTT, SULSEL, SULTRA," tulis laman resmi BMKG.
Hingga saat ini, BMKG dan otoritas terkait masih melakukan pendataan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun potensi korban jiwa di pusat gempa Nagekeo.